Penyakit
23-02-2018

Abses Anorektal

Abses anorektal merupakan suatu rongga berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri pada kelenjar yang menghasilkan lendir pada anus dan rektum.

Abses bisa terbentuk di dalam rektum atau di dekat lubang anus. Abses terjadi karena adanya sumbatan pada kelenjar yang menghasilkan lendir pada anus atau rektum, dimana bakteri kemudian tumbuh dan bertambah banyak.

Meskipun anus merupakan daerah yang memiliki banyak bakteri, tetapi biasanya tidak terjadi infeksi karena daerah tersebut kaya aliran darah. Jika terjadi infeksi, maka biasanya infeksi disebabkan oleh kombinasi berbagai jenis bakteri.

Abses anorektal terutama berisiko terjadi pada orang-orang dengan penyakit Crohn. Terkadang, abses juga bisa terjadi akibat komplikasi divertikulitis atau penyakit radang panggul.

Gejala-gejala yang muncul tergantung dari lokasi abses :

  • Abses yang terbentuk tepat di bawah kulit bisa membengkak, berwarna merah, dan terasa sangat nyeri.
  • Abses yang terbentuk di bagian dalam rektum seringkali hanya menimbulkan sedikit gejala, tetapi bisa menyebabkan demam dan sakit di perut bagian bawah.

Abses bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan di dekatnya dan pada kasus tertentu bisa menyebabkan gangguan untuk mengendalikan buang air besar (inkontinensia ani).

Abses biasanya bisa terlihat dari luar jika terletak di kulit sekitar anus. Namun, jika tidak terlihat adanya pembengkakan atau kemerahan dari luar, maka bisa dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa apakah terdapat abses di dalamnya. Adanya pembengkakan yang terasa lunak di dalam rektum bisa menandakan adanya abses.

Pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan bisa dilakukan jika diduga terdapat abses yang dalam. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk menentukan lokasi dan seberapa besar abses yang terjadi.

Penanganan yang dilakukan tergantung dari lokasi abses :

  • Untuk abses yang terletak tepat di bawah kulit, bisa dibuat sayatan untuk mengeluarkan nanah di dalamnya. Namun, sebelumnya kulit akan dibuat baal dengan obat anestesi lokal.
  • Untuk abses yang lebih dalam, penderita akan dibius total sebelum dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan nanah yang terdapat di dalam abses.

Meskipun telah mendapat penanganan yang tepat, pada sekitar dua per tiga penderita, abses bisa menyebabkan terbentuknya saluran abnormal mulai dari anus atau rektum ke kulit (fistula anorektal).

Sumber : www.guardianlv.com

- A, Parswa. Anorectal Abscess. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.