Penyakit
23-02-2018

Benda Asing Di Rektum & Anus

Rektum merupakan bagian usus yang mengarah ke anus. Berbagai benda asing bisa ditemukan di dalam rektum maupun anus dan harus diambil untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius.

Beberapa benda asing bisa sengaja dimasukkan melalui anus. Tetapi, kadang ada juga benda asing yang tertelan (misalnya tulang ayam), masuk ke saluran cerna, dan pada akhirnya tersangkut di antara anus dan rektum.

Benda asing pada rektum atau anus bisa ditemukan pada beberapa kasus berikut :

  • Pada anak-anak
  • Pada orang-orang dengan kelainan psikiatri
  • Pada korban kekerasan
  • Akibat cedera pada tindakan medis tertentu, misalnya pecahnya termometer rektal atau patahnya ujung kateter enema yang dimasukan melalui anus.
  • Akibat benda yang sengaja dimasukkan ke dalam anus untuk kepuasan seksual.

Sebagian besar orang dengan benda asing di rektum tidak memiliki tanda atau gejala. Hal ini bisa membuatnya sulit untuk didiagnosa, terutama pada anak-anak dan orang-orang dengan gangguan psikiatri.

Jika bergejala, maka bisa timbul adanya nyeri yang sangat menyakitkan secara tiba-tiba saat buang air besar. Hal ini menandakan adanya benda asing yang menembus permukaan anus atau rektum. Biasanya benda asing ini terdapat di daerah perbatasan antara rektum dan anus.

Gejala-gejala lainnya tergantung dari ukuran dan bentuk benda asing yang ada, berapa lama benda asing tersebut berada di dalam rektum atau anus, dan apakah telah terjadi robekan atau infeksi pada anus dan rektum.

Pada beberapa kasus, terutama jika telah terjadi komplikasi, bisa timbul gejala-gejala seperti : nyeri perut, mual, muntah, demam, atau perdarahan rektum. Penderita bisa mengalami nyeri perut yang hebat jika telah terjadi peradangan pada dinding perut (peritonitis).

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan :

  • Pemeriksaan colok dubur, untuk merasakan adanya benda asing.
  • Pemeriksaan perut, sigmoidoskopi, foto rontgen atau CT scan, untuk memastikan bahwa dinding usus besar tidak mengalami robekan dan untuk menentukan lokasi benda asing.

Benda asing perlu diambil untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Benda asing bisa diambil dengan cara :

  • Membuka dan melebarkan anus dengan alat yang disebut rectal retraktor, sehingga benda asing bisa terlihat dan diambil. Sebelumnya, diberikan suntikan obat anestesi lokal pada kulit dan permukaan anus, sehingga penderita tidak merasa sakit saat dilakukan tindakan
  • Pembedahan. Adakalanya, jika benda asing tidak dapat dirasakan saat melakukan pemeriksaan atau jika benda asing tidak bisa diambil melalui anus, maka bisa dilakukan pembedahan untuk mengambil benda asing. Sebelumnya, penderita bisa diberikan bius lokal atau total.

Setelah benda asing diambil, bisa dilakukan pemeriksaan sigmoidoskopi kembali, yaitu dengan memasukkan alat khusus ke dalam anus yang bisa digunakan untuk melihat bagian bawah usus besar, rektum, dan anus, sehingga bisa ditentukan apakah terdapat cedera atau robekan pada rektum atau tidak.

- A, Parswa. Foreign Objects in the Rectum. Merck Manual Handbook. 2012.

- C, Martin J. Foreign Body in Rectum. eMedicine Health. 2012.