Penyakit
23-02-2018

Divertikulum Esofagus

Divertikulum esofagus merupakan terbentuknya penonjolan (kantong) abnormal pada esofagus, yang pada kasus tertentu menyebabkan gangguan menelan dan regurgitasi (berbaliknya makanan dari esofagus atau lambung tanpa rasa mual atau kontraksi otot perut yang kuat).

Ada beberapa jenis divertikulum esofagus, masing-masing memiliki penyebab yang berbeda, tetapi semuanya kemungkinan berhubungan dengan gangguan koordinasi menelan dan relaksasi otot. Sebagian besar divertikulum esofagus berhubungan dengan adanya gangguan pergerakan esofagus, misalnya spasme esofagus dan akalasia.

Beberapa jenis divertikulum esofagus :

  • Divertikulum Zenker, atau disebut juga kantong faringeal, kemungkinan terjadi akibat gangguan koordinasi antara gerakan makanan dan relaksasi otot krikofaringeal.
  • Divertikulum Midesofageal, merupakan kantong yang terbentuk akibat traksi lesi peradangan yang terdapat di luar esofagus (mediastinum) atau akibat gangguan pergerakan esofagus.
  • Divertikulum Epifrenik, merupakan divertikulum yang terbentuk tepat di atas diafragma dan biasanya terjadi bersama dengan gangguan pergerakan esofagus (misalnya akalasia atau spasme esofagus).

Divertikulum Zenker bisa terisi dengan makanan, sehingga penderita mengalami regurgitasi saat membungkuk atau berbaring. Makanan juga bisa terhirup masuk ke saluran nafas atau paru-paru saat tidur, sehingga menyebabkan terjadinya pneumonia aspirasi. Pada kasus tertentu yang jarang, kantong divertikulum bisa membesar dan menimbulkan penekanan, sehingga penderita mengalami kesulitan untuk menelan dan terkadang bisa terjadi pembengkakan di leher.

Divertikulum midesofageal dan divertikulum epifrenik jarang menimbulkan gejala, tetapi gejala bisa timbul dari gangguan yang mendasarinya.

Pemeriksaan foto sinar-X dengan barium bisa dilakukan untuk mendiagnosa adanya divertikulum esofagus.

Divertikulum esofagus biasanya tidak membutuhkan penanganan. Namun, jika timbul gejala-gejala yang berat, maka kantong divertikulum bisa diangkat melalui pembedahan.

Divertikulum yang berhubungan dengan gangguan pergerakan esofagus perlu diatasi sesuai dengan gangguan yang mendasarinya. Misalnya, jika divertikulum Zenker disebabkan oleh gangguan fungsi otot krikofaringeal, maka otot tersebut bisa dipotong saat mengangkat divertikulum. Jika terdapat spasme esofagus atau akalasia, maka perlu dilakukan penanganan untuk mengatasi sfingter esofagus yang terlalu kencang.

- D, Michael C. Abnormal Propulsion of Food. Merck Manual Handbook. 2007.