Penyakit
23-02-2018

Tumor Tulang Metastatik

Tumor Tulang Metastatik merupakan tumor tulang yang berasal dari penyebaran sel-sel kanker dari bagian tubuh lainnya ke tulang.

Tumor tulang metastatik terjadi jika sel-sel tumor keluar dari tempat tumor asal berada, menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik dan sampai ke sumsum tulang, dimana sel tumor akan bertambah banyak dan membentuk tumor yang baru. Penyebab terjadinya penyebaran sel-sel kanker belum diketahui secara pasti.

Kanker yang paling sering menyebar ke tulang adalah kanker payudara, kanker paru-paru, kanker prostat, kanker tiroid, kanker ginjal, kanker usus besar (kolon), limfoma, dan multiple myeloma. Namun, setiap kanker pada akhirnya bisa menyebar ke tulang.

Gejala-gejala yang bisa muncul pada tumor tulang metastasis antara lain :

  • Nyeri tulang, seringkali merupakan gejala awal dari metastasis kanker ke tulang.
  • Patah tulang. Hal ini terjadi karena metastasis ke tulang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan berisiko untuk mengalami patah tulang (fraktur patologis).
  • Rasa baal, kelumpuhan, serta gangguan dalam berkemih atau buang air besar. Hal ini bisa terjadi karena adanya tekanan pada medulla spinalis akibat penyebaran kanker ke tulang belakang.
  • Hilang nafsu makan, rasa mual, rasa haus yang sangat, kebingungan, atau kelelahan.

Seseorang yang telah memiliki kanker dan mengalami nyeri atau pembengkakan pada tulang perlu dilakukan pemeriksaan terhadap adanya tumor tulang metastatik. Berbagai pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain :

  • Bone scan (skintigrafi tulang)
  • Foto sinar-X
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  • CT (Computed Tomography) scan
  • PET (Positron Emission Tomography)

Adakalanya, gejala-gejala tumor tulang metastatik, seperti rasa nyeri atau fraktur patologis, bisa muncul sebelum kanker asal ditemukan. Pada keadaan ini, biopsi biasanya dapat dilakukan untuk menentukan jenis jaringan kanker secara mikroskopis dan menemukan kanker primernya.

Terapi yang dapat diberikan untuk tumor tulang metastasis antara lain berupa obat-obatan, terapi radiasi, dan pembedahan. Pemberian terapi tergantung dari jenis kanker yang menyebar ke tulang dan kondisi spesifik masing-masing penderita. Beberapa kanker memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi, beberapa terhadap terapi penyinaran, dan ada juga yang berespon terhadap kombinasi keduanya. Namun, ada juga beberapa jenis kanker yang tidak menunjukkan respon terhadap kemoterapi maupun terapi penyinaran.

Berbagai terapi yang mungkin diberikan :

  • Obat-Obatan, antara lain berupa obat kemoterapi. Jika kanker telah menyebar ke banyak tulang, maka bisa dianjurkan untuk dilakukan kemoterapi. Obat kemoterapi akan menyebar ke seluruh tubuh untuk melawan sel-sel kanker.
  • Terapi Penyinaran (Radiasi). Terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi bisa menjadi pilihan jika penyebaran kanker ke tulang menimbulkan rasa nyeri yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan.
  • Pembedahan, bisa dilakukan untuk membantu menstabilkan tulang yang berisiko mengalami fraktur (patah tulang) atau untuk memperbaiki tulang yang patah. Selain itu, beberapa lesi tulang metastatik ada yang perlu diangkat melalui pembedahan. Terapi bedah terkadang perlu dikombinasi dengan terapi radiasi, kemoterapi, atau keduanya. Pada kasus yang jarang, terapi bedah bisa bersifat kuratif, tetapi juga bisa sangat memperbaiki kualitas hidup dengan memperbaiki fungsi atau penampilan anggota gerak tubuh.
  • Pemanasan dan Pembekuan Sel-sel Kanker, untuk menghancurkan sel-sel kanker, sehingga membantu untuk mengatasi rasa nyeri akibat penyebaran sel-sel kanker ke tulang. Efek samping yang bisa terjadi adalah kerusakan pada struktur-struktur di dekatnya, seperti saraf, dan kerusakan pada tulang yang dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang.
  • Radiasi Intravena, bisa dilakukan untuk orang-orang dengan metastasis tulang yang banyak. Terapi ini dilakukan dengan cara memberikan zat radioaktif dosis rendah yang memiliki ikatan kuat dengan tulang. Terapi ini bisa memiliki efek samping berupa kerusakan sumsum tulang, yang dapat menyebabkan turunnya jumlah sel-sel darah.

- J, Michael J. Bone Tumors. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- Mayo Clinic. Bone Metastasis. 2012.

- S, Annie. Bone Metastasis : What Happens. Web MD. 2011.