Penyakit
23-02-2018

Polimiositis & Dermatomiositis

Polimiositis merupakan suatu penyakit peradangan otot menahun yang menyebabkan kelemahan dan degenerasi pada otot-otot rangka yang mengatur pergerakan. Dermatomiositis merupakan polimiositis yang disertai dengan peradangan kulit.

Penyebab terjadinya polimiositis dan dermatomiositis belum diketahui. Penyakit ini cenderung diturunkan dalam keluarga, sehingga kemungkinan terdapat faktor genetik yang membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk terjadinya penyakit. Infeksi virus atau reaksi autoimun mungkin ikut berperan dalam terjadinya penyakit ini.

Kanker juga bisa memicu timbulnya penyakit ini, dimana reaksi autoimun terhadap kanker bisa ikut menyerang bahan yang terkandung di dalam otot.

- Polimiositis

Gejala yang muncul bisa berupa :

  • Kelemahan otot yang simetris (terutama di lengan atas, panggul, dan paha)
  • Nyeri sendi dan seringkali sedikit nyeri otot
  • Kesulitan dalam menelan
  • Demam
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Fenomena Raynaud, dimana jari-jari tangan tiba-tiba menjadi sangat pucat dan terasa baal atau kesemutan saat terpapar udara dingin atau stress emosional.

Muscles affected by polymyositis (frontal view)

Sumber : http://mda.org

Polimiositis biasanya tidak banyak mengenai organ dalam selain tenggorokan dan esofagus. Namun, penyakit ini bisa mengenai paru-paru dan jantung, sehingga menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia), sesak nafas, dan batuk.

- Dermatomiositis

Pada sebagian besar orang dengan dermatomiositis, semua gejala polimiositis juga terjadi. Gejala yang muncul antara lain berupa adanya ruam kulit berwarna keunguan (heliotrope rash) di wajah dengan pembengkakan berwarna ungu kemerahan di sekitar mata. Ruam bisa menonjol dan bersisik, dan bisa terjadi di hampir semua bagian tubuh, terutama di buku-buku jari, siku, lutut, tangan, dan kaki. Daerah di sekitar kuku bisa berwarna kemerahan atau menebal.

Sumber : http://medlibes.com

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain berupa :

  • Pemeriksaan laboratorium, untuk melihat kadar enzim yang menandakan adanya kerusakan otot.
  • Pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan otot
  • MRI, untuk melihat adanya peradangan

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan polimiositis. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi gejala-gejala yang ada dan mencegah terjadinya komplikasi. Aktivitas perlu dibatasi saat terjadi peradangan hebat.

Jika polimiositis yang terjadi berhubungan dengan kanker, maka biasanya penyakit tidak berespon baik terhadap pemberian obat. Namun, kondisi ini biasanya membaik jika kanker berhasil diobati.

Belum ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ini.

- H, Rulla A. Polymyositis and Dermatomyositis. Merck Manual Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Polymyositis. 2013.

- S, William C. Polymyositis & Dermatomyositis. Medicine Net. 2013.