Giant Cell Arteritis
Penyakit
05-05-2020

Giant Cell Arteritis

(Sumber gambar: mayoclinic)

Giant cell arteritis merupakan peradangan kronis pada lapisan pembuluh darah arteri, yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Peradangan paling sering mengenai pembuluh darah arteri di kepala, leher, dan tubuh bagian atas, terutama arteri di bagian pelipis (arteri temporalis).

Penyebab Giant Cell Arteritis

Penyebab terjadinya gangguan ini belum diketahui.

Gejala Giant Cell Arteritis

Umumnya tanda dan gejala giant cell arteritis berupa :

  • Nyeri kepala hebat yang menetap, biasanya pada bagian pelipis
  • Penglihatan ganda atau hilangnya penglihatan
  • Nyeri pada kulit kepala.
  • Nyeri pada rahang saat mengunyah atau membuka mulut dengan lebar
  • Hilangnya penglihatan pada satu mata yang menetap secara tiba-tiba.
  • Demam
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya

Diagnosis Giant Cell Arteritis

Dugaan adanya giant cell arteritis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan:

  • Pemeriksaan darah, untuk melihat tanda-tanda peradangan.
  • Biopsi arteri temporalis, untuk memastikan diagnosa.
  • MRA (Magnetic Resonance Angiography)

Penanganan Giant Cell Arteritis

Terapi untuk menghentikan peradangan pada pembuluh darah dimulai sesegera mungkin sejak diduga terjadi giant cell arteritis, karena tanpa terapi bisa terjadi kebutaan. Terapi biasanya segera dimulai, bahkan sebelum biopsi dilakukan. Terapi tidak mempengaruhi hasil biopsi selama biopsi dilakukan dalam waktu 2 minggu sejak terapi dimulai.

Referensi:

  • G, Carmen E. Giant Cell Arteritis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.
  • Mayo Clinic. Giant Cell Arteritis. 2012.