Penyakit
23-02-2018

Spondilitis Ankilosa

Spondilitis ankilosa (Ankylosing spondylitis) merupakan suatu jenis spondyloarthritis yang ditandai dengan adanya peradangan pada tulang belakang, sendi-sendi besar, jari-jari tangan, dan jari-jari kaki, sehingga menimbulkan kekakuan dan rasa nyeri.

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi gangguan ini cenderung diturunkan dalam keluarga, yang menandakan bahwa ada faktor genetik yang berperan. Gangguan ini 10-20 kali lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki orang tua atau saudara dengan spondilitis ankilosa. Namun, terdapat faktor lingkungan yang belum diketahui, yang mungkin juga berperan dalam terjadinya gangguan ini.

Peradangan ini bisa menyebabkan penyatuan beberapa ruas tulang belakang, yang membuat tulang belakang menjadi kurang lentur dan bisa menyebabkan postur tubuh menjadi bungkuk. Spondilitis ankilosa yang berat bisa membuat penderita tidak dapat menengadahkan kepala untuk melihat ke depan.

Gejala bisa muncul secara perlahan sehingga mungkin tidak disadari pada awalnya. Gejala yang dapat ditemukan :

  • Awalnya bisa ditemukan rasa nyeri dan kekakuan pada punggung bagian bawah dan pinggul, terutama pada pagi hari dan setelah lama tidak beraktivitas.
  • Kekambuhan berupa peradangan ringan sampai sedang biasanya muncul bergantian dengan periode dimana hampir tidak ditemukan gejala.
  • Nyeri punggung merupakan gejala yang paling sering terjadi. Rasa nyeri yang terjadi bervariasi antar penderita. Nyeri seringkali lebih berat pada malam dan pagi hari.
  • Kekakuan yang terjadi pada pagi hari seringkali membaik dengan aktivitas.
  • Penderita seringkali mengambil postur tubuh bungkuk, karena nyeri akibat spasme otot di punggung bagian bawah seringkali bisa mereda dengan postur tubuh ini. Namun, hal ini bisa menyebabkan posisi tubuh terus membungkuk.

Nucleus factsheet image

Sumber : www.beliefnet.com

Daerah-daerah yang paling sering terkena yaitu :

  • Sendi di antara pangkal tulang belakang dan tulang panggul
  • Tulang belakang bagian bawah
  • Daerah dimana tendon dan ligamen melekat dengan tulang, terutama pada tulang belakang, tetapi terkadang di sepanjang bagian belakang tumit
  • Tulang rawan di antara tulang dada dan iga
  • Sendi-sendi di pinggul dan bahu

Berbagai komplikasi yang bisa terjadi :

  • Gangguan bernafas, jika peradangan terjadi pada sendi yang menghubungkan tulang iga dengan tulang belakang. Rasa nyeri yang timbul bisa menghambat kemampuan penderita untuk mengembangkan dada saat menarik nafas dalam. Kekakuan pada tulang belakang juga bisa menghambat kemampuan penderita untuk mengembangkan dada dengan baik.
  • Batuk, batuk darah, dan sesak nafas.
  • Peradangan ringan pada mata (uveitis)
  • Peradangan katup jantung, yang bisa menyebabkan kerusakan menetap.
  • Gangguan jantung atau aorta.
  • Timbulnya rasa baal, kelemahan, atau nyeri pada daerah tertentu akibat tertekannya saraf atau medula spinalis oleh tulang belakang yang mengalami kerusakan.

Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala yang ada, riwayat penyakit dalam keluarga, dan hasil pencitraan tulang belakang dan sendi-sendi yang terkena. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan foto sinar-X
  • CT (Computed Tomography) scan
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  • Pemeriksaan darah untuk melihat adanya peradangan.
  • Pemeriksaan genetik 

MRI - Sumber : www.medindia.net

Tujuan terapi adalah untuk meredakan nyeri dan kekakuan, menjaga rentang gerakan sendi, serta mencegah atau memperlambat terjadinya komplikasi dan kelainan bentuk tulang belakang. Terapi paling berhasil jika diberikan sebelum penyakit menimbulkan kerusakan sendi yang menetap.

Penanganan yang diberikan antara lain berupa :

  • Pengobatan untuk mengatasi peradangan, rasa nyeri dan kekakuan, misalnya dengan pemberian obat anti-peradangan non-steroid. Namun, obat ini bisa berisiko menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna jika tidak digunakan dengan baik, sehingga pemberiannya harus sesuai petunjuk dokter.
  • Terapi fisik, untuk membantu meredakan nyeri, serta memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan fisik. Beberapa latihan yang dapat dilakukan :
    • Latihan untuk memperluas rentang gerak dan peregangan untuk membantu menjaga fleksibilitas sendi dan mempertahankan postur tubuh yang baik
    • Latihan bernafas, untuk membantu menjaga dan menambah kapasitas paru.
    • Menjaga posisi tidur dan berjalan yang baik, serta latihan untuk menjaga tulang belakang tidak membungkuk.


Sumber : www.uniquest.com.au

  • Pembedahan, bisa dilakukan jika penderita mengalami kerusakan sendi dan nyeri hebat, atau jika sendi pinggul mengalami kerusakan hebat sehingga perlu diganti.

Karena faktor genetik tampaknya berperan dalam terjadinya spondilitis ankilosa, maka tidak mungkin mencegah terjadinya gangguan ini. Namun, seseorang perlu waspada jika memiliki faktor risiko, sehingga gangguan bisa dideteksi dan diatasi sejak dini.

- A, Roy D. Ankylosing Spondylitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- Mayo Clinic. Ankylosing Spondilitis. 2011.