Penyakit
23-02-2018

Shin Splints

Istilah shin splints mengarah pada rasa nyeri yang muncul di sepanjang atau di belakang tulang kering (tibia/shinbone), yaitu tulang besar di bagian depan tungkai bawah.

Shin splints, atau disebut juga sebagai sindroma stress pada tibia, terjadi saat melakukan aktivitas fisik yang membuat terlalu banyak tekanan yang didapat oleh tibia dan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Shin splints seringkali terjadi pada pelari dan orang-orang yang melakukan olahraga yang bergerak dan berhenti secara tiba-tiba, misalnya olahraga basket, sepakbola, atau tenis.

Gejala-gejala yang bisa ditemukan pada shin splints :

  • Pembengkakan dan nyeri di tungkai bawah. Awalnya nyeri dirasakan sebagai nyeri tumpul, yang segera muncul setelah seseorang mulai berlari atau berolahraga, dan akan menghilang saat berhenti berlari.
  • Nyeri biasanya akan menghilang dengan beristirahat.
  • Jika seseorang memaksakan untuk terus berlari, maka rasa nyeri akan dirasakan setiap kali melangkah, dan pada akhirnya nyeri akan menetap dan semakin hebat.

Diagnosa shin splints didasarkan dari riwayat medis dan hasil pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus, foto sinar-X dan pemeriksaan pencitraan lainnya dapat membantu mengidentifikasi gangguan lain yang mungkin terjadi.

Pada sebagian besar kasus, shin splints bisa diatasi dengan cara-cara sederhana, antara lain :

  • Istirahat. Hindari aktivitas yang menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, atau rasa tidak nyaman di kaki, tetapi jangan menghindari aktivitas fisik sama sekali.
  • Kompres dingin. Berikan bungkusan berisi es pada daerah yang terkena selama 15-20 menit, 4-8 kali setiap hari, selama beberapa hari. Untuk mencegah iritasi pada kulit, es sebaiknya dibungkus oleh handuk terlebih dahulu.
  • Kurangi pembengkakan. Angkat tungkai yang terkena lebih tinggi dari jantung, terutama pada malam hari. Pembengkakan juga bisa dikurangi dengan menekan daerah yang membengkak dengan verband elastik. Longgarkan verband jika : nyeri bertambah, daerah yang dibalut menjadi mati rasa, atau timbul pembengkakan di bawah daerah yang dibalut.
  • Gunakan sepatu yang sesuai untuk jenis kaki dan aktivitas yang dilakukan.
  • Melanjutkan aktivitas sehari-hari secara bertahap. Jika tulang kering belum sembuh sempurna, aktivitas yang berlebihan hanya akan menimbulkan nyeri yang menetap.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya shin splints :

  • Gunakan sepatu yang tepat, sesuai dengan olahraga yang digunakan.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan alat penunjang lengkung kaki, terutama jika Anda memiliki telapak kaki yang datar.
  • Lakukan olahraga yang kurang memberikan tekanan pada tulang kering, misalnya berenang. Ingatlah untuk selalu memulai aktivitas baru secara perlahan. Tingkatkan intensitas dan waktu olahraga secara bertahap.
  • Lakukan latihan/terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot betis.
  • Segera istirahat jika mulai dirasakan nyeri pada daerah tulang kering.
  • Lakukan pemanasan sebelum mulai berolahraga.

- B, Ephraim K. Shin Splints. Web MD. 2012.

- Mayo Clinic. Shin Splints. 2010.

- S, William C. Shin Splints. Medicine Net. 2012.