Penyakit
23-02-2018

Inkontinensia Uri

Inkontinensia Uri adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan pengeluaran air kemih. 

Inkontinensia bisa terjadi akibat :

  • Iritasi kandung kemih, misalnya akibat infeksi, minuman bersoda, teh, kopi, pemanis buatan, makanan pedas atau asam
  • Efek samping obat tertentu, misalnya obat penenang atau relaksan otot
  • Asupan minum yang mengandung kafein atau alkohol berlebihan
  • Minum terlalu banyak, terutama dalam waktu singkat, sehingga meningkatkan produksi air kemih
  • Penyakit yang mempengaruhi otak atau saraf pada kandung kemih
  • Perubahan pada kandung kemih atau saluran kemih (uretra), terutama pada usia lanjut dan wanita pasca menopause. Proses penuaan pada otot kandung kemih membuat penurunan kapasitas kandung kemih dalam menyimpan air kemih.

Pembagian Inkontinensia Uri Berdasarkan Pola Gejalanya

Jenis Definisi Penyebab
Inkontinensia desakan Ketidakmampuan untuk menunda pengeluaran air kemih lebih dari beberapa menit setelah penderita merasa kandung kemihnya penuh
  • Infeksi saluran kemih
  • Kandung kemih yang terlalu aktif
  • Sumbatan aliran kemih
  • Batu & tumor kandung kemih
  • Obat, terutama diuretik
  • Inkontinensia karena tekanan Kebocoran air kemih, biasanya berupa pancaran kecil, yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam perut. Kondisi ini terjadi saat penderita batuk, tertawa, mengedan, bersin atau mengangkat benda berat.
  • Kelemahan pada sfingter (otot yang mengendalikan aliran kemih dari kandung kemih)
  • Pada wanita, berkurangnya tahanan terhadap aliran kemih melalui uretra, biasanya karena kekurangan estrogen
  • Perubahan anatomis yang disebabkan oleh melahirkan banyak anak atau pembedahan panggul
  • Pada pria, pengangkatan prostat atau cedera pada bagian atas uretra atau leher kandung kemih
  • Inkontinensia aliran berlebih Penimbunan air kemih dalam kandung kemih yang terlalu banyak sehingga sfingter tidak mampu menahannya dan terjadi kebocoran yang hilang-timbul, seringkali tanpa sensasi kandung kemih.
  • Sumbatan aliran air kemih, biasanya oleh pembesaran atau kanker prostat (pada pria), batu saluran kemih, atau penyempitan uretra (pada anak-anak)
  • Kelemahan otot kandung kemih
  • Kelainan fungsi saraf
  • Obat-obatan
  • Inkontinensia total Kebocoran berkesinambungan karena sfingter tidak menutup
  • Kelainan bawaan
  • Cedera pada leher kandung kemih (misalnya karena pembedahan)
  • Inkontinensia psikogenik Hilangnya pengendalian karena kelainan psikis Gangguan emosional (misalnya depresi)
    Inkontinensia campuran Gabungan dari berbagai keadaan diatas
    Banyak wanita yg mengalami inkontinensia campuran antara tekanan & desakan
    Gabungan dari berbagai penyebab diatas

    Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

    1. Analisa air kemih, untuk menentukan apakah terdapat infeksi atau tidak.
    2. Pengukuran jumlah air kemih yang tersisa di dalam kandung kemih melalui pemeriksaan USG atau kateterisasi. Sisa air kemih yang banyak menunjukkan adanya sumbatan atau kelainan pada saraf atau otot kandung kemih.
    3. Penilaian urodinamik untuk mengukur tekanan kandung kemih pada saat kosong dan pada saat terisi. Pemeriksaan ini terutama efektif dilakukan pada inkontinensia menahun.

    Pada inkontinensia karena tekanan dilakukan pemeriksaan vagina dan pemeriksaan panggul (untuk mengetahui apakah lapisan uretra atau vagina mengalami penipisan akibat kekurangan estrogen).

    Beberapa penanganan sederhana bisa dilakukan :

    1. Membiasakan diri untuk buang air kecil setiap 2-3 jam untuk menjaga agar kandung kemih relatif kosong.
    2. Menghindari minuman yang bisa menyebabkan iritasi kandung kemih, misalnya minuman yang mengandung kafein.
    3. Minum sebanyak 6-8 gelas/hari untuk mencegah pemekatan air kemih, karena air kemih yang terlalu pekat bisa menyebabkan iritasi pada kandung kemih.
    4. Menghentikan pemakaian obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping pada kandung kemih.
    5. Melakukan latihan penguatan otot panggul (Kegel)
    6. Menggunakan pembalut untuk membantu menyerap air kemih yang biasanya keluar

    Pengobatan bisa diberikan untuk merelaksasi kandung kemih, memperkuat kontraksi kandung kemih (jika terjadi kelemahan), atau membantu memperkuat sfingter uretra. Pembedahan bisa dilakukan pada kasus yang berat, yang tidak berespon dengan pengobatan, misalnya untuk memperkuat uretra atau untuk mengatasi penyebab tertentu jika ada, mislanya mengatasi sumbatan atau mengatasi pembesaran prostat.

    Untuk inkontinensia psikogenik bisa dilakukan psikoterapi dan pemakaian alat yang bisa membangunkan anak ketika mulai mengompol. Selain itu, bisa dilihat apakah terdapat gangguan psikologis tertentu pada penderita, misalnya depresi.

    Inkontinensia uri tidak selalu bisa dicegah. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya inkontinensia uri, antara lain :

    • Menjaga berat badan ideal yang sehat. Kurangi berat badan jika mengalami kegemukan.
    • Tidak merokok
    • Lakukan senam Kegel
    • Hindari makanan atau minuman yang bisa menyebabkan iritasi pada kandung kemih, misalnya kopi.
    • Makan makanan berserat lebih banyak, sehingga bisa membantu mencegah konstipasi, yang merupakan faktor risiko terjadinya inkontinensia uri.
    • Olahraga. Aktivitas fisik mengurangi risiko terjadinya inkontinensia.

    - Mayo Clinic. Urinary Incontinence. 2011.