Penyakit
23-02-2018

Kekurangan Vitamin B1

Vitamin B1 (tiamin) diperlukan dalam sejumlah reaksi enzimatik, termasuk reaksi pelepasan energi dari gula. Vitamin B1 juga penting untuk menjaga fungsi jantung dan saraf yang normal.

Sumber vitamin B1 banyak terdapat di dalam makanan, seperti roti, gandum, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin B1 terjadi bila makanan tersebut tidak terdapat dalam menu makanan sehari-hari.

Sumber vitamin B1

Kekurangan vitamin B1 biasanya terjadi bersama dengan kekurangan vitamin B lainnya. Misalnya pada orang dewasa muda dengan anorexia berat atau pada orang-orang yang makanannya terutama berupa karbohidrat yang telah diproses, seperti beras putih, tepung putih, dan gula putih. Proses memutihkan beras membuang hampir semua vitamin yang terkandung di dalamnya.

Kekurangan vitamin B1 juga bisa diakibatkan oleh berkurangnya penyerapan, misalnya pada diare menahun, atau bertambahnya kebutuhan tubuh akan vitamin B1, misalnya pada hipertiroidisme, kehamilan, masa menyusui, olahraga berat, dan demam. Peminum alkohol dan orang-orang dengan gangguan hati juga bisa mengalami gangguan metabolisme vitamin B1.

Gejala awal berupa kelemahan, iritabilitas, gangguan daya ingat, hilang nafsu makan, gangguan tidur, rasa tidak enak perut, dan penurunan berat badan. Pada akhirnya bisa terjadi kekurangan vitamin B1 yang berat (beri-beri), yang ditandai dengan kelainan saraf, otak, dan jantung. Pada semua bentuk beri-beri, metabolisme sel darah merah mengalami perubahan.

Pada beriberi kering terjadi gangguan pada saraf dan otot. Gejala yang muncul bisa berupa sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum pada jari-jari kaki atau seperti terbakar, serta kram dan nyeri pada tungkai. Otot-otot dapat menjadi lemah dan mengalami penyusutan (atrofi).

Pada beriberi basah, terjadi gangguan pada jantung, yang menyebabkan cairan terakumulasi pada tungkai dan paru-paru. Tekanan darah dapat turun dan menyebabkan terjadinya syok bahkan kematian.

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan gangguan pada otak terutama pada orang-orang peminum alkohol. Gangguan otak ini disebut sindroma Wernicke-Korsakoff. Sindroma ini terdiri dari dua bagian :

  • Ensefalopati Wernicke, menyebabkan kebingungan, kesulitan dalam berjalan, dan gangguan pada mata, sehingga terjadi penglihatan ganda. Jika tidak diatasi dengan baik, maka gejala dapat memburuk, bahkan bisa menyebabkan koma dan kematian.
  • Psikosis Korsakoff, menyebabkan hilangnya memori untuk kejadian-kejadian yang baru terjadi, kebingungan, dan kecenderungan untuk mengarang cerita untuk mengisi memori-memori yang hilang.

Beriberi infantil, merupakan beriberi yang terjadi pada bayi (biasanya pada usia 3-4 minggu) yang disusui oleh ibu dengan defisiensi vitamin B1. Pada bayi-bayi ini, dapat tiba-tiba terjadi gagal jantung. Selain itu juga dapat kehilangan suara dan dapat kehilangan refleks-refleks tertentu.

Diagnosa kekurangan vitamin B1 didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Pemeriksaan untuk memastikan diagnosa belum tersedia. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar elektrolit biasanya dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain yang mungkin. Diagnosa dipastikan dengan pemberian suplementasi vitamin B1 untuk mengatasi gejala.

Semua bentuk kekurangan vitamin B1 diatasi dengan pemberian vitamin B1 tambahan, biasanya secara per oral (melalui mulut). Vitamin B1 dapat diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah jika gejala-gejala yang terjadi bersifat berat.

Karena kekurangan vitamin B1 seringkali terjadi bersama dengan kekurangan vitamin B lainnya, maka dokter bisa membatikan multivitamin untuk waktu tertentu. Penderita dianjurkan untuk makan-makanan bergizi dan mengkonsumsi vitamin 1-2 kali per hari. Penderita tidak boleh minum alkohol.

Sindroma Wernicke-Korsakoff, merupakan suatu keadaan medis yang darurat. Penggunaan alkohol harus dihentikan. Dengan pengobatan, kebanyakan penderita dapat pulih dengan sempurna. Pada beberapa penderita sindroma Wernicke-Korsakoff, sebagian kerusakan otak bersifat permanen. Gejala beri beri dapat muncul kembali beberapa tahun setelah pemulihan.

- J, Larry. Thiamin. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.