Penyakit
23-02-2018

Aneurisma

Aneurisma merupakan pelebaran atau penonjolan pembuluh darah arteri yang abnormal yang biasanya disebabkan oleh kelemahan dinding pembuluh darah,  biasanya pada aorta.

Penonjolan biasanya terjadi pada suatu daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurisma bisa terjadi di sepanjang aorta tetapi 75% aneurisma muncul pada bagian aorta yang menuju ke perut. Aneurisma bisa berbentuk bulat / sakuler atau seperti tabung / fusiformis sebagian besar berbentuk fusiformis.

Aneurisma biasanya terjadi pada daerah dinding pembuluh darah arteri yang lemah. Tekanan darah di dalam pembuluh darah arteri menekan daerah yang lemah tersebut sehingga menonjol keluar.

Penyebab pasti terjadinya aneurisma belum diketahui dengan jelas. Tetapi, ada sejumlah faktor yang mungkin berperan, antara lain :

  • Aterosklerosis
  • Cedera
  • Peradangan pembuluh darah
  • Gangguan jaringan ikat yang diturunkan (misalnya sindroma Marfan)
  • Beberapa penyakit infeksius, seperti sifilis.
  • Kongenital, dimana aneurisma telah ada sejak lahir

Risiko terjadinya aneurisma juga menigkat pada orang-orang tua yang memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan merokok.

Gejala-gejala yang muncul tergantung dari lokasi aneurisma. Jika aneurisma berada dekat dengan permukaan tubuh, maka seringkali tampak adanya pembengkakan dengan massa yang berdenyut dan timbul rasa nyeri. Namun, aneurisma yang terdapat di dalam tubuh atau otak seringkali tidak menimbulkan gejala.

Jika tidak diatasi, maka aneurisma bisa pecah dan menyebabkan perdarahan. Gejala yang muncul bisa berupa timbulnya rasa nyeri, kepala terasa ringan, penurunan tekanan darah, detak jantung yang cepat, dan bahkan kematian. Akibat yang terjadi tergantung dari ukuran aneurisma yang pecah. Pecahnya aneurisma yang besar bisa dengan cepat menyebabkan kematian, sedangkan aneurisma yang kecil mungkin hanya menimbulkan sedikit perdarahan yang menimbulkan gejala-gejala tertentu yang membuat seseorang memeriksakan diri.

Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti USG, atau CT scan.

Penanganan yang diberikan tergantung dari ukuran dan lokasi aneurisma, yaitu berupa :

  • Pemantauan berkala. Pada beberapa kasus mungkin hanya perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin untuk melihat apakah aneurisma bertambah besar atau tidak.
  • Pembedahan, tergantung dari ukuran dan jenis aneurisma, serta gejala-gejala yang ada.
  • Pemasangan stent untuk memperkuat dinding pembuluh darah. Namun, tidak semua orang dengan aneurisma bisa dilakukan pemasangan stent.

- D, David C. Aneurysm. Medline Plus. 2012.

- H, John W. Introduction to Aneurysm and Aortic Dissection. Merck Manual. 2008.

- H, John W. Aneurysms. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.