Penyakit
23-02-2018

Kelumpuhan Supranuklear Progresif

Kelumpuhan Supranuklear Progresif merupakan gangguan yang menyebabkan terjadinya kekakuan otot, ketidakmampuan untuk menggerakkan mata, kelemahan pada otot tenggorokan, dan kecenderungan untuk terjatuh. 

Kelumpuhan Supranuklear Progresif terjadi akibat adanya gangguan di otak, terutama pada bagian otak yang berperan dalam menghaluskan pergerakan otot dan mengkoordinasikan perubahan sikap tubuh. Sel-sel otak pada daerah ini mengalami degenerasi, tetapi penyebab degenerasi itu sendiri belum diketahui.

Gejala awal dapat berupa kesulitan untuk melihat ke atas tanpa menekuk leher atau kesulitan untuk naik dan turun tangga. Penderita dengan gangguan ini tidak dapat menggerakan mata ke arah bawah, memfiksasi pandangan pada objek yang diam, atau mengikuti objek yang bergerak. Pandangan menjadi kabur atau melihat ganda. Kelopak mata bagian atas dapat tertarik ke belakang, sehingga memberikan ekspresi seperti takjub. 

Otot-otot menjadi kaku dan pergerakan menjadi lambat. Berjalan menjadi tidak stabil, dengan kecenderungan untuk terjatuh ke arah belakang. Penderita juga mengalami kesulitan dalam berbicara dan menelan. Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan meliputi insomnia (sulit tidur), agitasi, iritabilitas, apati, dan perubahan emosi yang cepat. 

Pada tahap akhir, sering terjadi depresi dan demensia. Seperti penyakit Parkinson, kelumpuhan supranuklear progresif menyebabkan kekakuan otot yang berat dan disabilitas, biasanya dalam waktu 5 tahun. Biasanya, kematian terjadi dalam waktu 10 tahun setelah gejala muncul, seringkali akibat infeksi.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan.

Tidak ada terapi yang efektif untuk kelainan ini. Obat-obat yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson kadang bisa digunakan untuk meringankan gejala penyakit ini.

- E. David, P. Michael. Progressive Supranuclear Palsy. Merck Manual Handbook. 2007.