Penyakit
23-02-2018

Penyakit Penimbunan Glikogen

Penyakit Penimbunan Glikogen (Glycogen Storage Disorders) adalah suatu penyakit dimana otot tidak dapat mengolah gula secara normal, sehingga terjadi penimbunan sejumlah besar glikogen.

Penyakit Penimbunan Glikogen dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis enzim yang kurang atau tidak dapat bekerja dengan normal, serta bagian tubuh yang dipengaruhi oleh penyakit ini. Penyakit ini paling sering mengenai hati dan otot. Namun, beberapa jenis kelainan penimbunan glikogen juga dapat mengenai bagian tubuh yang lain, seperti ginjal, jantung, pembuluh darah, sistem saraf, dan pencernaan. 

Beberapa jenis kelainan penimbunan glikogen :

  • Tipe Ia (penyakit von Gierke), tipe Ib, tipe Ic, tipe Id
  • Tipe II (penyakit Pompe)
  • Tipe III (penyakit Forbes-Cori)
  • Tipe IV (penyakit Andersen)
  • Tipe V (penyakit McArdle)
  • Tipe VI (Penyakit Hers)
  • Tipe VII (Penyakit Tarui)
  • Tipe IX (Defisiensi liver phosphorylase kinase)
  • Tipe XI (Sindroma Fanconi-Bickel)

Terdapat berbagai jenis penyakit penimbunan glikogen, yang disebabkan oleh kelainan yang diturunkan (herediter) yaitu berupa kekurangan salah satu enzim yang penting untuk proses mengubah glukosa menjadi glikogen dan pemecahan glikogen menjadi glukosa.

Penyakit penimbunan glikogen merupakan penyakit yang diturunkan, dan bersifat autosomal resesif.

Sumber : www.medical.cdn.patient.co.uk

Seseorang bisa menjadi karier penyakit penimbunan glikogen. Orang tersebut sehat, tetapi membawa gen yang bermasalah. Seseorang dengan penyakit penimbunan glikogen memiliki kedua orang tua yang membawa gen yang bermasalah. Jika kedua orang tua adalah karier, maka kemungkinan dari setiap anaknya untuk terkena penyakit ini adalah 1:4.

Pada beberapa jenis penyakit penimbunan glikogen, misalnya penyakit tipe VI dan sebagian penderita penyakit tipe IX, memiliki pola penurunan genetik yang berbeda, yaitu terkait dengan kromosom X (X-linked inheritance).

Pada pola ini, wanita bisa menjadi karier, yaitu dengan membawa gen yang bermasalah pada salah satu kromosom X, tetapi efek buruk dari gen tersebut bisa ditutupi oleh kromosom X lain yang normal sehingga tidak terjadi kelainan. Sedangkan pria (yang hanya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y) akan terkena penyakit tersebut jika memiliki gen bermasalah pada kromosom X-nya.

Sumber : www.medical.cdn.patient.co.uk

Beberapa jenis kelainan (tipe I, IV, VI, dan IX) menyebabkan gangguan pada hati, sebagian lagi (tipe V dan VII) menyebabkan gangguan pada otot, dan yang lainnya (tipe II) mengenai keduanya. Gangguan yang mengenai hati menyebabkan pembesaran hati dan kecenderungan untuk terjadinya gula darah yang rendah. Gangguan yang mengenai otot menyebabkan kelemahan otot dan terkadang penyakit ginjal. 

Penyakit penimbunan glikogen biasanya pertama kali terdiagnosa saat masih bayi dan anak-anak. Gejala yang sering ditemukan, terutama untuk tipe I, meliputi : 

  • Pertumbuhan yang lambat
  • Rendahnya kadar gula darah, yang dapat menimbulkan gejala-gejala, seperti berkeringat, tremor, gelisah, bingung, dan terkadang kejang
  • Pembesaran hati
  • Kelemahan otot
  • Obesitas
  • Gangguan pembekuan darah 
  • Gangguan ginjal

Pada remaja dan dewasa, penyakit ini biasanya menimbulkan rasa lelah, lemah ketika sedang berolahraga, atau nyeri dan lemah pada otot. Beberapa penyakit penimbunan glikogen, terutama tipe Ib, Ic, dan Id, dapat mempengaruhi sistem imunitas tubuh dan membuat penderita rentan untuk terkena infeksi.

Bentuk yang paling parah dari penyakit ini adalah penyakit Pompe, yang biasanya mulai terlihat pada tahun pertama kehidupan penderita. Glikogen ditimbun di dalam hati, otot, saraf dan jantung sehingga menyebabkan gangguan fungsi. Terjadi pembesaran lidah, jantung dan hati. Anak yang menderita penyakit ini tampak terkulai seperti bayi dan menjadi semakin lemah. Pembesaran jantung menyebabkan jantung tidak dapat berfungsi dengan normal sehingga dapat terjadi gagal jantung. Sebagian besar bayi yang menderita penyakit ini meninggal dalam usia 2 tahun.

Bentuk penyakit Pompe yang tidak terlalu parah bisa terjadi pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, yang menyebabkan kelemahan pada tungkai dan lengan, serta berkurangnya kemampuan untuk menarik nafas dalam. Terkadang gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan gagal nafas.

Bentuk lain dari penyakit penimbunan glikogen menyebabkan penderitanya mengalami kram dan kelemahan yang disertai nyeri, biasanya timbul setelah berolahraga. Gejalanya bisa ringan atau berat. Dengan menghindari aktivitas yang berat, maka gejalanya akan menghilang.

Penyakit penimbunan glikogen bisa diturunkan di dalam keluarga. Dengan demikian mungkin terdapat riwayat penyakit ini di dalam keluarga. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan air kemih dan darah, misalnya untuk melihat adanya pelepasan mioglobin ke dalam air kemih, serta menilai fungsi ginjal dan hati.
  • Ultrasonografi perut, untuk melihat apakah terdapat pembesaran hati
  • Ekokardiografi, bisa dilakukan untuk melihat fungsi jantung
  • Biopsi jaringan otot atau hati, untuk melihat adanya penimbunan glikogen dan lemak di dalam jaringan

Penanganan penyakit penimbunan glikogen bervariasi, tergantung dari gangguan yang terjadi. Kebanyakan pengobatan bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi tambahan glukosa melalui pembuluh darah atau selang dari hidung ke dalam lambung. Jika pemberian nutrisi tambahan tidak berhasil, maka mungkin perlu dilakukan transplantasi hati. Penderita yang memiliki gangguan pada sistem imunitas tubuhnya perlu menggunakan obat antibiotika secara reguler untuk mencegah terjadinya infeksi.

Pada beberapa jenis penyakit penimbunan glikogen, berbagai percobaan telah berhasil menggunakan terapi enzim pengganti untuk enzim yang mengalami defisiensi (kurang) atau tidak tidak dapat bekerja dengan normal. Misalnya pada penyakit Pompe, pengobatan ini dapat membantu memulihkan gangguan jantung dan kelemahan otot yang terjadi.

Jika kadar mioglobin tinggi, maka perlu diberikan obat diuretik untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal. Kadar mioglobin juga perlu dikurangi dengan membatasi aktivitas fisik. Minum banyak cairan, terutama setelah melakukan latihan fisik, juga bisa membantu melarutkan mioglobin.

- Tim Kenny. Glycogen Storage Disorders. 2011. www.patient.co.uk

- Lee M Sanders. Disorders of Carbohydrate Metabolism. Merck Manual Hanbook. 2009.