Penyakit
23-02-2018

Penyakit Ginjal Ateroembolik

Penyakit ginjal ateroembolik merupakan suatu keadaan dimana partikel-partikel lemak kecil menyumbat cabang arteri renalis terkecil sehingga menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

Penyakit ginjal ateroembolik berhubungan dengan adanya aterosklerosis. Gangguan ini terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain pada dinding pembuluh darah arteri dan membentuk material keras yang disebut plak.

Pada penyakit ginjal ateroembolik, kristal kolesterol terlepas dari plak di dinding pembuluh darah, tersangkut pada pembuluh darah arteri kecil (arteriol) dan menghambat aliran darah ke jaringan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan. Gangguan ini bisa terjadi pada ginjal, dan jika terjadi sumbatan berat, maka ada kemungkinan bisa terjadi gagal ginjal akut. Namun, pada beberapa kasus, penyebab terjadinya penyakit ginjal ateroembolik tidak diketahui.

Faktor risiko penyakit ginjal ateroembolik sama dengan faktor risiko terjadinya aterosklerosis, antara lain merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, jenis kelamin pria, dan usia, dimana penyakit ini lebih sering terjadi pada usia tua, dan risikonya meningkat seiiring bertambahnya usia.

Stop Smoking

Sumber : www.guardianlv.com

Penyakit ginjal ateroembolik mungkin tidak menimbulkan gejala. Jika bergejala, maka gejala bisa muncul secara tiba-tiba, atau memburuk perlahan-lahan dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Seiring dengan durasi dan tingkat keparahan gagal ginjal yang terus bertambah, maka bisa terjadi berbagai gejala, seperti kelelahan, mual, muntah, hilang nafsu makan, kulit kering dan gatal, sulit konsentrasi, penurunan/tidak ada produksi air kemih, letargis, perubahan warna kulit, pembengkakan di tungkai, dan penurunan berat badan.

Ateroemboli juga bisa menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah di bagian tubuh lainnya, seperti mata, pankreas, usus, atau tungkai. Oleh karena itu, bisa ditemukan gejala-gejala pada organ tubuh lainnya, tergantung dari organ yang terkena, misalnya :

  • Kebutaan
  • Nyeri kaki, gangren, atau jari-jari kaki yang membiru
  • Nyeri pada perut, mual, muntah, atau buang air besar berdarah

Sumber : www.nejm.org

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosa :

  • Biopsi ginjal, dimana contoh jaringan ginjal akan diperiksa secara mikroskopik.
  • Pemeriksaan darah dan air kemih
  • Pemeriksaan bagian tubuh lainnya, seperti pemeriksaan mata.

Sumber : www.labspace.open.ac.uk

Belum ada terapi yang bisa berhasil menyembuhkan penyakit ginjal ateroembolik. Terapi difokuskan untuk mengatasi komplikasi dari kerusakan organ yang ada. Pada masa lalu, orang-orang dengan penyakit ginjal ateroembolik cenderung akan meninggal dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Namun, dewasa ini sebagian besar penderita bisa bertahan hidup lebih lama karena adanya terapi yang lebih baik. Sekitar setengah penderita bisa bertahan hidup hingga 4 tahun atau lebih. 

Berbagai penanganan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pengobatan untuk mengendalikan tekanan darah dan kadar lemak dalam darah
  • Dialisis untuk mengatasi gagal ginjal
  • Pembatasan protein, garam, dan cairan jika terjadi gagal ginjal

Sumber : www.medcitynews.com

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit ini antara lain :

  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas
  • Berhenti merokok
  • Mengendalikan kadar gula darah (pada diabetes) atau tekanan darah tinggi
  • Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh, untuk mengurangi kadar lemak dalam darah
  • Olahraga teratur

- D, David C. Atheroembolic Renal Disease. Medline Plus. 2011.

- S, Sayed-Ali. Atheroembolic Kidney Disease. Merck Manual Handbook. 2007.