Penyakit
23-02-2018

Sindroma Nefritik Progresif

Sindroma Nefritik Progresif adalah suatu penyakit yang berkembang dengan sangat cepat dan jarang terjadi, dimana sebagian besar glomeruli mengalami kerusakan parsial sehingga terjadi gagal ginjal yang berat disertai adanya protein dan darah dalam air kemih.

Sekitar sepertiga kasus disebabkan oleh adanya reaksi kekebalan tubuh (antibodi) terhadap glomeruli, beberapa kasus disebabkan oleh endapan antibodi dan antigen yang terbentuk di bagian tubuh lainnya dan terbawa ke dalam ginjal, dan sisanya tidak diketahui penyebabnya.

Pembentukan antibodi terhadap glomeruli tidak diketahui penyebabnya. Pembentukan antibodi ini mungkin berhubungan dengan infeksi virus atau penyakit autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik).

Hidrokarbon (misalnya etilen glikol, karbon tetraklorid, kloroform dan toluen) juga bisa menyebabkan kerusakan pada glomeruli, tetapi tidak menyebabkan reaksi kekebalan atau pembentukan antibodi.

Gejala-gejala penyakit biasanya tidak jelas, misalnya berupa kelelahan, lemas, demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, nyeri sendi, dan nyeri pada perut. Beberapa penderita bisa mengalami adanya darah dalam air kemih.

Sekitar 50% penderita mengalami pembengkakan jaringan dan riwayat penyakit seperti influenza dalam waktu 4 minggu sebelum onset gagal ginjal, biasanya diikuti oleh produksi air kemih yang sangat sedikit.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain pemeriksaan darah dan air kemih. Untuk memperkuat diagnosis seringkali dilakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop).

Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa penyakitnya berat, maka terapi harus segera dimulai. Pengobatan betujuan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Plasmaferesis bisa dilakukan untuk membuang antibodi dari darah penderita.

Namun, jika penyakit berkembang lebih lanjut, maka satu-satunya pengobatan yang efektif adalah dialisa. Pilihan lainnya adalah pencangkokan ginjal, meskipun penyakit ini juga bisa menyerang ginjal yang dicangkokkan.

PROGNOSIS

Prognosis tergantung kepada beratnya gejala. Jika tidak menjalani dialisa, penderita yang mengalami gagal ginjal akan meninggal dalam waktu beberapa minggu.

Prognosis juga tergantung kepada penyebab dan usia penderita. Jika penyebabnya adalah penyakit autoimun (tubuh membentuk antibodi untuk menyerang sel-selnya sendiri), maka biasanya pengobatan akan mampu memperbaiki keadaan penderita. Jika penyebabnya tidak diketahui atau usia penderita telah lanjut maka prognosisnya lebih buruk. Sebagian besar penderita yang tidak menjalani pengobatan akan menderita gagal ginjal dalam waktu 2 tahun.

- J, Navin. Rapidly Progressive Glomerulonephritis. The Merck Manual. 2013.