Penyakit
23-02-2018

Sindroma Nefritik Kronik

Sindroma Nefrotik Kronik adalah suatu kelainan yang terjadi pada beberapa penyakit, dimana terjadi kerusakan glomeruli dan kemunduran fungsi ginjal selama bertahun-tahun.

Penyebabnya tidak diketahui. Pada 50% penderita ditemukan adanya glomerulopati, meskipun tidak pernah timbul gejala-gejalnya.

Ada beberapa penyakit yang bisa membuat seseorang berisiko mengalami sindroma nefritik kronis, antara lain AIDS tahap lanjut, lupus, dan diabetes mellitus.

Selama bertahun-tahun, sindroma ini tidak menimbulkan gejala. Sindroma ini berkembang secara bertahap, sehingga tidak dapat ditentukan kapan tepatnya penyakit ini mulai terjadi.

Seseorang yang merasa sehat, memiliki fungsi ginjal yang normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda sindroma nefrotik kronik, diketahui menderita penyakit ini ketika menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, yang menunjukkan adanya protein dan kemungkinan sel darah di dalam air kemihnya.

Penderita lainnya bisa mengalami gagal ginjal yang menyebabkan terjadinya mual, muntah, sesak nafas, gatal-gatal, dan kelelahan. Selain itu, bisa terjadi penimbunan cairan dan sering ditemukan tekanan darah tinggi.

Berbagai pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa :

  • Pemeriksaan analisa air kemih
  • Pemeriksaan pencitraan, misalnya USG, CT scan, atau IVP, bisa menunjukkan adanya penyusutan ginjal.
  • Biopsi ginjal, bisa menunjukkan salah satu bentuk glomerulonefritis kronis atau pembentukan jaringan parut yang tidak spesifik pada glomeruli.

Pengobatan tergantung pada penyakit yang mendasarinya, jika ditemukan, serta jenis dan beratnya gejala. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala-gejala yang ada, misalnya tekanan darah tinggi dan pembengkakan di jaringan tubuh. Pada kasus yang berat, dimana terjadi gagal ginjal, maka bisa dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal untuk membantu memperpanjang hidup penderita