Penyakit
23-02-2018

Asidosis Tubulus Renalis

Asidosis tubulus renalis adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan fungsi tubulus ginjal, sehingga menyebabkan kadar asam di dalam darah menjadi berlebihan (asidosis).

Untuk bisa berfungsi dengan normal, kadar asam dan basa tubuh harus seimbang. Zat asam dihasilkan dari pemecahan makanan dan masuk ke dalam aliran darah. Zat-zat asam ini dibuang dari darah oleh ginjal dan dikeluarkan melalui air kemih. Namun, pada asidosis tubulus renalis, terjadi gangguan fungsi tubulus ginjal, sehingga cenderung meningkatkan kadar asam di dalam darah (asidosis).

Asidosis tubulus renalis bisa merupakan :

  • Kelainan yang bersifat diturunkan (herediter) dan menetap.
  • Gangguan yang seringkali terjadi pada penyakit lainnya, misalnya diabetes mellitus, penyakit sel sabit, atau penyakit autoimun (contohnya lupus eritematosus sistemik).
  • Kondisi sementara yang terjadi akibat sumbatan saluran kemih atau pemakaian obat-obat tertentu, misalnya acetazolamide, amfoterisin B, ACE inhibitor (misalnya captopril), angiotensing receptor blockers (ARB), dan obat diuretik yang menahan kalium dalam tubuh.

Banyak orang dengan asidosis tubulus renalis tidak memiliki gejala. Sebagian besar penderita mengalami gejala setelah gangguan terjadi untuk waktu lama.

Jenis Asidosis Tubulus Renalis

Jenis Penyebab Kelainan Yang Mendasari Gejala & Kelainan Metabolik Yang Terjadi
1 Bisa merupakan penyakit keturunan, atau bisa juga dipicu oleh penyakit autoimun/pemakaian obat-obat tertentu
Penyebabnya biasanya tidak diketahui, terutama terjadi pada wanita
Ketidakmampuan untuk membuang asam ke dalam air kemih
  • Keasaman darah yang tinggi
  • Dehidrasi ringan
  • Kadar kalium yang rendah di dalam darah, sehigga menyebabkan kelemahan otot & kelumpuhan
  • Tulang menjadi rapuh
  • Nyeri tulang
  • Endapan kalsium yang bisa menimbulkan terjadinya batu ginjal
  • Penyakit ginjal kronis
  • 2

    Biasanya disebabkan oleh penyakit keturunanseperti : sindroma Fanconi, intoleransi fruktosa herediter, penyakit Wilson atau sindroma Lowe

    Bisa juga disebabkan oleh multiple myeloma, keracunan logam berat, atau pemakaian obat tertentu

    Ketidakmampuan untuk menyerap kembali bikarbonat dari air kemih, sehingga terlalu banyak bikarbonat yang terbuang
  • Keasaman darah yang tinggi
  • Dehidrasi ringan
  • Kadar kalium yang rendah di dalam darah
  • Tulang menjadi rapuh
  • Nyeri tulang
  • 4 Bukan merupakan penyakit keturunan
    Penyebabnya adalah diabetes, penyakit autoimun, penyakit ginjal kronis, atu sumbatan saluan kemih
    Kurang atau tidak mampu merespon aldosteron, yaitu hormon yang membantu mengatur pengeluaran kalium & natrium oleh ginjal
  • Tingginya keasaman darah
  • Kadar kalium yang tinggi dalam darah, tetapi jarang menimbulkan gejala, kecuali jika sangat tinggi sehingga bisa menyebabkan gangguan irama jantung & kelumpuhan
  • Asidosis tubulus renalis tipe III merupakan campuran dari tipe I dan tipe II, namun sangat jarang terjadi.

    Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan, seperti :

    • Pemeriksaan neurologis, untuk menilai refleks-refleks tubuh
    • Pemeriksaan darah dan analisa air kemih

    Penanganan asidosis tubulus renalis tergantung dari jenisnya misalnya :

    • Tipe I dan II diatasi dengan menetralkan asam yang dihasilkan dari makanan. Terapi ini bisa mengatasi gejala-gejala yang ada, mencegah terjadinya gagal ginjal dan penyakit tulang, serta menjaga agar penyakit tidak memburuk.
    • Pada tipe IV, asidosis yang terjadi sangat ringan, sehingga mungkin tidak perlu dikoreksi dengan obat. Kadar kalium yang tinggi di dalam darah biasanya bisa dijaga dengan cara membatasi asupan kalium, mencegah terjadinya dehidrasi, serta jika perlu dengan pengobatan untuk meningkatkan pengeluaran kalium.

    - M, James I. Renal Tubular Acidosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.