Penyakit
23-02-2018

Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa adalah suatu kelainan yang ditandai dengan :
- episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya 
- diet yang sangat ketat
- olah raga yang berlebihan untuk mengatasi efek dari binge

Sebagian besar penderita adalah wanita, yang sangat peduli akan bentuk tubuh dan berat badan, dan biasanya termasuk golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.

Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi faktor-faktor yang diduga berperan dalam terjadinya bulimia nervosa adalah:
- masalah keluarga
- perilaku maladaptif
- pertentangan identitas diri
- budaya yang terlalu menitikberatkan kepada penampilan fisik

Binge merupakan suatu keadaan dimana penderita kehilangan kendali dan mengkonsumsi sejumlah besar makanan dengan cepat. Binge seringkali diikuti dengan muntah, diet ketat dan olah raga yang berlebihan.

Bulimia mencerminkan kekhawatiran akan kegemukan (obesitas) dan sebagian penderitanya mengalami obesitas, tetapi berat badan mereka cenderung turun-naik di sekitar berat badan normal.

Perangsangan muntah (dengan memasukkan tangan/benda ke dalam tenggorokan) bisa menyebabkan:
- pengikisan email gigi
- pembengkakan kelenjar ludah di pipi (kelenjar parotis)
- peradangan kerongkongan

Muntah dan pemakaian pencahar bisa menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah, sehingga bisa terjadi gangguan irama jantung.

Penderita bisa merasa sangat menyesal atau bersalah akan perilakunya, dan menyadari kelainan tersebut dan menemui dokter untuk berobat.

Biasanya penderita masih bisa bersosialisasi. Mereka juga cenderung memiliki perilaku impulsif, menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan serta mengalami depresi.

Seseorang dikatakan menderita bulimia jika melakukan binge dan muntah minimal 2 kali/minggu. Petunjuk lain untuk penderita bulimia antara lain :
- sangat khawatir akan penambahan berat badan dan berat badanya turun-naik dalam rentang yang luas
- pemakaian obat pencahar secara berlebihan
- adanya jaringan parut di buku jari tangan yang digunakan untuk merangsang muntah
- pengikisan email gigi karena asam lambung
- kadar kalium yang rendah dalam darah

Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan untuk mengobati bulimia:

  1. Terapi psikis (psikoterapi)
  2. Pengobatan untuk membantu mengendalikan bulimia. Tetapi bulimia akan kambuh kembali jika pemakaian obat dihentikan.

- S, Albert J. Bulimia Nervosa. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.