Penyakit
23-02-2018

Alkalosis Respiratorik

Alkalosis Respiratorik adalah suatu keadaan dimana pH darah menjadi basa karena pernafasan yang cepat dan dalam, sehingga menyebabkan kadar karbondioksida dalam darah menjadi rendah.

Pernafasan yang cepat dan dalam (hiperventilasi) menyebabkan karbondioksida yang dikeluarkan dari aliran darah terlalu banyak. Penyebab hiperventilasi yang paling sering ditemukan adalah kecemasan. Penyebab lain dari alkalosis respiratorik adalah: 

- rasa nyeri
- sirosis hati
- kadar oksigen darah yang rendah 
- demam
- overdosis aspirin

Alkalosis respiratorik dapat membuat penderita merasa cemas dan dapat menyebabkan rasa gatal disekitar bibir dan wajah. Jika keadaannya makin memburuk, bisa terjadi spasme otot dan penurunan kesadaran.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pengukuran kadar karbondioksida dalam darah arteri. pH darah juga biasanya meningkat.

Biasanya satu-satunya penanganan yang dibutuhkan adalah memperlambat pernafasan. Jika penyebabnya adalah kecemasan, memperlambat pernafasan bisa meredakan gangguan ini. Jika penyebabnya adalah rasa nyeri, bisa diberikan obat pereda nyeri.

Bernafas di dalam kantung kertas (bukan kantung plastik) bisa membantu meningkatkan kadar karbondioksida setelah penderita menghirup kembali karbondioksida yang dihembuskannya. Pilihan lainnya adalah mengajarkan penderita untuk menahan nafasnya selama mungkin, kemudian menarik nafas dangkal dan menahan kembali nafasnya selama mungkin. Hal ini dilakukan berulang dalam satu rangkaian sebanyak 6-10 kali. Jika kadar karbondioksida meningkat, gejala hiperventilasi akan membaik, sehingga mengurangi kecemasan penderita dan menghentikan serangan alkalosis respiratorik.

Sumber : www.wikihow.com

- L, James. Alkalosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.