Penyakit
23-02-2018

Feokromositoma

Feokromositoma adalah suatu tumor kelenjar adrenal yang jarang. Tumor ini berasal dari sel-sel kromafin pada kelenjar adrenal yang menyebabkan pembentukan katekolamin yang berlebihan. Katekolamin merupakan hormon yang mengontrol detak jantung, tekanan darah, dan metabolisme.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel kromafin pada kelenjar adrenal dapat tumbuh menjadi tumor. Feokromositoma dapat timbul sebagai sebuah tumor tunggal atau bersama dengan tumbuhnya tumor lain. 

Gejala yang paling menonjol adalah tekanan darah tinggi, yang bisa sangat berat.

Gejala lain yang bisa ditemukan :
- jantung berdebar-debar dan berdenyut lebih cepat
- keringat berlebihan
- pusing jika berdiri
- pernafasan cepat
- muka kemerahan
- kulit dingin dan lembab
- sakit kepala hebat
- nyeri dada dan perut
- mual
- muntah
- gangguan penglihatan
- jari tangan kesemutan
- sembelit

Feokromositoma perlu dicurigai pada siapa saja yang memiliki tiga gejala klasik, yaitu sakit kepala, keringat berlebih, dan berdebar-debar, terutama jika ditemukan adanya tekanan darah yang tinggi (meskipun tekanan darah tinggi tidak selalu ditemukan). 

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa adanya feokromositoma, antara lain :

  • Pemeriksaan darah dan air kemih, untuk melihat adanya peningkatan katekolamin.
  • Pemeriksaan radiologi, untuk mendeteksi adanya tumor, misalnya dengan CT scan, MRI, atau PET scan.
  • Pemeriksaan genetik. Adanya mutasi genetik bisa berperan dalam terjadinya feokromositoma. Untuk itu dapat dilakukan pemeriksaan genetik.

Biasanya pengobatan terbaik adalah dengan pengangkatan feokromositoma. Namun pembedahan seringkali ditunda sampai pelepasan katekolamin dapat dikendalikan dengan pemberian obat-obatan. Hal ini disebabkan kadar katekolamin yang tinggi bisa berbahaya saat pembedahan, yaitu dapat terjadi krisis hipertensif akut setelah dilakukan anestesi.

- C, Melissa. Pheochromocytoma. Medicine Net. 2010.

- Mayo Clinic. Pheochromocytoma. 2011.