Penyakit
23-02-2018

Dermatitis Kronis Pada Tangan & Kaki

Dermatitis Kronis pada tangan dan kaki adalah peradangan dan iritasi menahun yang terjadi pada tangan dan kaki.

Dermatitis kronis pada tangan biasanya terjadi sebagai akibat kontak berulang dengan zat kimia; dermatitis kronis pada kaki biasanya terjadi sebagai akibat dari lingkungan yang hangat dan lembab di dalam kaos kaki dan sepatu.

Dermatitis kontak adalah salah satu jenis dermatitis kronis pada tangan, biasanya terjadi akibat iritasi oleh zat-zat kimia (misalnya sabun) atau karena gesekan dari sarung tangan.

Infeksi jamur merupakan penyebab tersering dari adanya erupsi kulit di kaki, terutama yang berupa lepuhan kecil atau ruam merah yang dalam. Kadang penderita infeksi jamur menahun di kaki menderita dermatitis di tangannya karena reaksi alergi terhadap jamur.

Dermatitis kronis bisa menyebabkan kulit pada tangan dan kaki terasa gatal atau mengalami luka.

Pomfoliks adalah suatu keadaan menahun dimana lepuhan-lepuhan yang terasa gatal timbul di telapak tangan dan pinggiran jari-jari tangan, juga bisa ditemukan di telapak kaki. Lepuhan ini seringkali bersisik, berwarna merah dan berair. Pomfoliks kadang disebut juga sebagai dishidrosis.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik pada tangan dan kaki.

Pengobatan dermatitis kronis tergantung kepada penyebabnya. Pengobatan terbaik adalah dengan menghindari zat kimia yang menyebabkan iritasi kulit.

Untuk mengatasi peradangan bisa digunakan krim kortikosteroid. Krim atau salep kortikosteroid biasanya bisa meringankan gejala-gejala dermatitis kontak yang ringan. Krim atau salep kortikosteroid seperti Hydrocortisone, Betamethasone, Desonide, Mometasone, Triamcinolone bisa mengurangi ruam dan mengendalikan rasa gatal. Kortikosteroid per oral kadang digunakan pada kasus yang berat, tetapi pemakaiannya harus sangat hati-hati dan sesuai petunjuk dokter, mengingat risiko terjadinya efek samping.

Pada keadaan tertentu pemberian antihistamin bisa dilakukan untuk meringankan rasa gatal. Antihistamin (Hydroxyzine, Diphenhydramine, Isothipendyl, Tripelennamine, Cetirizine, Chlorpheniramine, Desloratadine, Loratadine, Cyproheptadine) bisa mengendalikan rasa gatal, terutama dengan efek sedatifnya. Beberapa obat ini menyebabkan kantuk, jadi sebaiknya diminum menjelang tidur malam hari.

Pada luka yang terbuka bisa terjadi infeksi. Infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Antibiotik ada berbagai jenis dan pemakaiannya tergantung dari kondisi masing-masing penderita. Namun, jika penyebabnya adalah jamur, maka diberikan obat anti-jamur.