Penyakit
23-02-2018

Reaksi Alergi Akibat Olah Raga

Pada beberapa orang, olahraga bisa menyebabkan reaksi alergi berupa serangan asma atau reaksi anafilaktik akut.

Asma merupakan salah satu jenis reaksi alergi akibat olah raga yang abnormal. Asma akibat olah raga seringkali terjadi pada penderita asma, tetapi ada juga beberapa orang mengalami asma hanya setelah berolah raga. Asma akibat olah raga cenderung terjadi jika cuaca dingin dan kering. Nafas yang cepat saat berolah raga membuat jalan nafas menjadi dingin dan kering. Pada saat jalan nafas menjadi hangat kembali, jalan nafas menjadi menyempit, sehingga timbul rasa sesak di dada disertai dengan bunyi nafas mengi. Asma biasanya timbul setelah selesai berolah raga.

Anafilaksis akibat olah raga bisa terjadi setelah melakukan olahraga berat. Pada beberapa penderita, anafilaksis timbul hanya jika sebelum berolah raga penderita memakan makanan atau obat-obatan tertentu. Obat yang paling sering menyebabkan anafilaksis akibat olah raga adalah Aspirin dan obat anti peradangan non-steroid. Makanan yang dapat menyebabkan anafilaksis akibat olah raga adalah makanan laut, gandum, celery dan keju.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan nafas yang berbunyi (mengi), batuk dan sesak nafas. Pada reaksi anafilaksis sering terjadi kaligata (urtikaria) dan angioedema. Angioedema yang cukup berat dapat menyebabkan sumbatan pada saluran pernafasan. Reaksi anafilaksis yang berlangsung lama bisa menyebabkan gangguan irama jantung. Selain itu, kulit bisa membiru, denyut nadi cepat atau lemah, jantung berdebar-debar, penderita menjadi gelisah, cemas, dan pingsan.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang muncul dan hubungannya dengan olah raga. Sebuah pemeriksaan dengan olahraga (exercise challenge test) dapat membantu untuk membuat diagnosa. Pada pemeriksaan ini akan dinilai fungsi paru-paru sebelum dan sesudah olah raga, misalnya dengan treadmill atau sepeda statis.

Tujuan pengobatan pada asma akibat olah raga adalah agar penderita bisa melakukan olah raga tanpa harus mengalami asma sesudahnya. 

Anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera. Bila perlu, segera lakukan resusitasi kardiopulmonal, intubasi endotrakeal (pemasangan selang melalui hidung atau mulut ke saluran pernafasan) atau trakeostomi/krikotirotomi (pembuatan lubang di trakea untuk membantu pernafasan).

Untuk mengatasi syok, diberikan cairan melalui infus dan obat-obatan untuk menyokong fungsi jantung dan peredaran darah. Antihistamin (misalnya Diphenhydramine) bisa diberikan untuk meringankan gejala lainnya (setelah dilakukan tindakan penyelamatan).

Orang-orang yang mengalami anafilaksis akibat olah raga sebaiknya menghindari olah raga maupun makanan yang diketahui dapat memicu timbulnya gejala. Beberapa penderita mengatasinya dengan cara meningkatkan secara perlahan berat dan lamanya olah raga sehingga mereka lebih dapat mentoleransinya.

- D, Peter J. Exercise-Induced Allergic Reactions. Merck Manual. 2008.

- D, Peter J. Anaphylactic Reactions. Merck Manual. 2008.