Penyakit
06-09-2019

Nekrolisis Epidermal Toksik

Nekrolisis epidermal toksik merupakan suatu kelainan kulit yang mengancam nyawa, di mana timbul lepuhan dan pengelupasan pada kulit.

Penyebab

Kebanyakan kasus nekrolisis epidermal toksik terjadi akibat reaksi terhadap obat tertentu (seringkali antibiotik atau obat anti-konvulsan), seperti :

  1. Antibiotik golongan Penisilin
  2. Antibiotik yang mengandung sulfa
  3. Obat golongan barbiturat
  4. Obat anti-konvulsan (obat kejang)
  5. Obat anti peradangan non-steroid (NSAID)
  6. Allopurinol

Beberapa kasus nekrolisis epidermal toksik juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Namun, adakalanya penyebabnya tidak diketahui.

Kelainan ini bisa terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih sering pada usia tua - mungkin karena orang tua cenderung menggunakan obat lebih banyak. Nekrolisis epidermal toksik juga lebih cenderung terjadi pada orang-orang dengan AIDS.

Gejala

Nekrolisis epidermal toksik menyebabkan kulit mengelupas seperti lembaran, sehingga tampak kulit dibawahnya. Kondisi ini bersifat fatal, karena menyebabkan keluarnya cairan dan garam, kerusakan jaringan, dan rentan terjadi infeksi.

Setiap penderita bisa mengalami gejala yang berbeda, tetapi paling sering berupa :

  1. Timbulnya daerah kemerahan pada kulit yang terasa nyeri dan meluas dengan cepat
  2. Kulit mengelupas, bisa tanpa adanya lepuhan, dan tampak kulit dibawahnya
  3. Demam
  4. Rasa tidak enak badan
  5. Gangguan menyebar ke mata, mulut/tenggorokan, serta genitalia/saluan kencing/anus

Sumber : www.mdpi.com

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik.

Pengobatan

Penanganan spesifik untuk nekrolisis epidermal toksik akan ditentukan oleh dokter berdasarkan :

  1. Usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, riwayat medis
  2. Tingkat keparahan gangguan yang terjadi
  3. Toleransi terhadap obat, tindakan, atau terapi medis tertentu
  4. Harapan kesembuhan
  5. Pertimbangan penderita

Perjalanan penyakit berlangsung dengan cepat, biasanya dalam waktu 3 hari. Penderita perlu dirawat di rumah sakit, biasanya di ruangan khusus. Jika terdapat obat yang menyebabkan timbulnya reaksi kulit, maka obat tersebut harus dihentikan. Penanganan yang diberikan antara lain berupa :

  1. Perawatan di ruangan isolasi untuk mencegah terjadinya infeksi
  2. Merawat lesi kulit dan menutupnya dengan perban
  3. Pemberian cairan dan garam (elektrolit) melalui infus
  4. Pemberian antibiotika jika timbul infeksi pada lesi

- Johns Hopkins Medicine. Toxic Epidermal Necrolysis.

- S, Peter C. Stevens-Johnson Syndrome (SJS) and Toxic Epidermal Necrolysis.

Merck Manual Home Health Handbook. 2006.