Penyakit
23-02-2018

Eritema Nodosum

Eritema Nodosum adalah suatu peradangan yang menyebabkan terbentuknya benjolan merah yang lunak (nodul) di bawah kulit; paling sering ditemukan diatas tulang kering, tetapi adakalanya bisa terjadi pada lengan atau bagian tubuh lainnya.

Eritema nodosum seringkali bukan merupakan suatu penyakit tersendiri, tetapi merupakan tanda dari beberapa penyakit lainnya atau merupakan suatu sensitivitas (kepekaan) terhadap suatu obat. Yang paling sering terserang penyakit ini adalah dewasa muda dan bisa terjadi kekambuhan.

Pada anak-anak, penyakit ini paling sering timbul setelah pilek atau nyeri tenggorokan, terutama jika penyebabnya adalah bakteri streptokokus.

Pada dewasa, penyebab yang paling sering ditemukan adalah infeksi streptokokus dan sarkoidosis. Penyebab lainnya antara lain :

  • Koksikioidomikosis
  • Histoplasmosis
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Behcet
  • Kehamilan normal. Beberapa orang bisa mengalami eritema nodosum saat kehamilan.
  • Reaksi terhadap obat tertentu, terutama antibiotik yang mengandung sulfa, pil KB, dan estrogen.
  • Nodul eritema nodosum biasanya muncul diatas tulang kering, tampak seperti memar yang menonjol, yang secara bertahap warnanya akan berubah dari pink menjadi coklat kebiruan. Nodul ini bisa menimbulkan nyeri.

    Penderita juga bisa mengalami demam dan nyeri persendian. Adakalanya terjadi pembesaran kelenjar getah bening di dada.

    Sumber : www.medscape.com

    Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Selain itu, bisa dilakukan biopsi kulit untuk membantu memastikan diagnosis.

    Obat-obat yang diduga menyebabkan terjadinya eritema nodosum harus dihentikan, dan segala infeksi yang mendasari harus diatasi.

    Nodul kulit bisa menghilang dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu tanpa terapi. Istirahat yang cukup dan pemberian obat anti-peradangan non-steroid bisa membantu meredakan nyeri yang ada.

    - J, Debra. Erythema Nodosum. Web MD. 2013.

    - S, Peter C. Erythema Nodosum. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.