Penyakit
03-09-2019

Molluscum Contagiosum

Molluscum contagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang menimbulkan benjolan seperti kubah dengan cekungan di puncaknya, berwarna merah muda atau putih.

Penyebab

Molluscum contagiosum disebabkan oleh virus (virus molluscum contagiosum) yang merupakan golongan virus pox. Virus ini mudah menyebar melalui :

  1. Kontak langsung kulit dengan kulit
  2. Kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi, misalnya melalui mainan, handuk, dan gagang pintu.
  3. Kontak seksual dengan pasangan yang terkena 

Selain itu, virus juga bisa menyebar ke kulit di sekitarnya akibat garukan atau gosokan pada lesi.

Infeksi yang lebih luas bisa terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada orang-orang dengan HIV/AIDS dan orang-orang yang mendapatkan kemoterapi kanker atau menggunakan kortikosteroid), serta pada anak-anak yang memiliki dermatitis atopik.

Gejala

Molluscum contagiosum menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan bulat kecil pada kulit, dengan ciri-ciri seperti :

  1. Berukuran kecil, biasanya diameter sekitar 2-5 mm.
  2. Memiliki indentasi kecil atau cekungan di bagian atasnya
  3. Bisa meradang dan berwarna merah
  4. Mudah dihilangkan dengan cara menggaruk atau menggosoknya, tetapi cara ini membuat virus menyebar ke kulit di sekitarnya

Sumber : www.nasgp.org.uk

Pada anak-anak, benjolan biasanya muncul pada wajah, leher, ketiak, tangan, dan lengan. Pada orang dewasa, molluskum contagiosum bisa merupakan suatu infeksi menular seksual dan biasanya ditemukan pada genitalia, perut bagian bawah, paha bagian dalam, dan bokong.

Benjolan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri atau gatal, dan mungkin baru ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan ke dokter. Namun, benjolan juga bisa mengalami peradangan, sehingga menyerupai bisul, dan terasa gatal akibat reaksi tubuh untuk melawan virus.

Diagnosis

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Jika kurang meyakinkan, maka bisa dilakukan biopsi kulit untuk memastikan diagnosa. Pemeriksaan lain bisa dilakukan jika terdapat kecurigaan akan adanya gangguan yang mendasari.

Pengobatan

Molluscum contagiosum biasanya akan membaik dengan sendirinya tanpa terapi dalam waktu 1-2 tahun, tetapi juga bisa menetap hingga 2-3 tahun kemudian. Dokter seringkali menganjurkan untuk menghilangkan lesi lebih cepat, terutama pada orang dewasa, karena sangat menular. Terkadang diperlukan kombinasi terapi untuk mengatasinya.

Penanganan yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Pembedahan atau tindakan lainnya, seperti:
    • Bedah beku (cryotherapy)
    • Kureatase untuk membuang isi benjolan
    • Menghilangkan lesi dengan laser atau secara elektrik
  2. Pemberian obat-obatan langsung pada lesi kulit, seperti asam salisilat atau asam trikloroasetat.

Anak-anak tidak perlu sampai tidak masuk sekolah. Namun, benjolan harus ditutup untuk mengurangi risiko penyebaran ke orang lain.

Pencegahan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus:

  1. Cuci tangan. Jagalah tangan tetap bersih untuk membantu mencegah penyebaran virus.
  2. Hindari menyentuh benjolan pada kulit. Mencukur daerah yang terinfeksi juga bisa membuat virus menyebar.
  3. Tidak menggunakan barang-barang pribadi bersama dengan orang lain, seperti pakaian, handuk, dan sisir. Dan hindari meminjam barang-barang seperti ini ke orang lain.
  4. Melakukan hubungan seksual yang aman, yaitu dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual jika terinfeksi, sampai penyakit diobati dan benar-benar sembuh.
  5. Tutupi benjolan yang ada, terutama jika terdapat risiko kontak dengan orang lain.
  6. Hindari kontak langsung dengan orang yang mungkin terinfeksi.
  7. Obati eksim pada anak.

- D, James G. Molluscum Contagiosum. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- L, Norman. Molluscum Contagiosum. Web MD. 2012.

- Mayo Clinic. Molluscum Contagiosum. 2012.