Penyakit
23-02-2018

Mata Juling (Strabismus)

Strabismus (Mata juling) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan letak mata yang satu terhadap mata yang lain, sehingga penglihatan tidak paralel, pada waktu yang sama kedua mata tidak tertuju pada benda yang sama.

Terdapat beberapa jenis strabismus:

mata juling strabismus

1. Esotropia: mata melenceng ke arah dalam

2. Eksotropia: mata melenceng ke arah luar

3. Hipertropia: mata melenceng ke arah atas

4. Hipotropia: mata melenceng ke arah bawah

    Jenis Strabismus

    Sumber: www.klikdokter.com 

Pseudo Strabismus (Juling Palsu)

Banyak bayi atau anak Asia, khususnya keturunan/etnis tertentu, terlihat seperti juling ke dalam. Keadaan ini terjadi akibat adanya lipatan kulit pada sudut mata atau batang hidungnya yang masih agak lebar. Bila saat pemeriksaan mata tidak ditemukan juling, hal ini disebut Pseudo Strabismus (juling palsu) dan tidak memerlukan tindakan/terapi.

Penyebab pasti strabismus belum diketahui. Mata memiliki 6 otot yang melekat pada dinding luar bola mata. Untuk mengatur dan memfokuskan suatu objek, semua otot mata harus bekerja sama secara seimbang. Jadi, untuk menggerakan kedua mata, otot mata pada masing-masing mata harus terkoordinasi. Otak akan mengontrol kegiatan koordinasi ini.

Strabismus sering ditemukan pada anak-anak yang menderita kelainan otak, seperti:

  1. Cerebral Palsy
  2. Sindroma Down
  3. Hydrocephalus
  4. Tumor otak
  5. Prematur

Katarak atau trauma mata yang mempengaruhi tajam penglihatan juga dapat menimbulkan strabismus. Namun, kebanyakan anak-anak dengan strabismus tidak memiliki riwayat ini. Penderita strabismus umumnya juga memiliki riwayat strabismus dalam keluarganya.

Gejalanya berupa:

  1. mata juling (bersilangan), Gejala utama strabismus adalah mata yang tidak lurus.
  2. mata tidak mengarah ke arah yang sama, misalnya bila satu mata terfokus pada satu obyek, mata yang lain tertuju pada obyek yang lain.
  3. gerakan mata yang tidak terkoordinasi
  4. penglihatan ganda, Dapat terjadi pula penglihatan ganda akibat kedua mata tidak fokus ke objek yang sama.

Kadang-kadang anak dengan strabismus akan memicingkan satu mata atau sering berkedip di saat matahari terik atau memiringkan leher untuk melihat suatu benda.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan:

  • Pemeriksaan mata standar
  • Ketajaman penglihatan
  • Pemeriksaan retina
  • Pemeriksaan neurologis (saraf)
  • Jika sampai anak berumur 9 tahun strabismus tidak diobati, maka bisa terjadi gangguan penglihatan yang permanen pada mata yang terkena (ambliopia). Pada anak-anak yang lebih kecil, ambliopia lebih cepat terjadi; sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama. Karena itu semakin dini pengobatan dilakukan, maka gangguan penglihatan yang terjadi tidak terlalu berat dan respon yang diberikan akan lebih baik.

    Menutup mata yang normal dengan sebuah penutup (patching) bisa memperbaiki penglihatan pada mata yang melenceng dengan cara memaksa otak untuk menerima suatu gambaran dari mata tanpa menghasilkan penglihatan ganda. Memperbaiki fungsi penglihatan akan memberikan peluang yang lebih baik terhadap perkembangan penglihatan 3 dimensi yang normal. Setelah penglihatan pada kedua mata sama, bisa dilakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.

    Penutup mata untuk strabismus

    Eye Patching (Penutup Mata) pada Anak Strabismus

    Sumber: http://toddlerglasses.files.wordpress.com 

    Esotropia akomodatif pada anak rabun dekat bisa diatasi dengan kaca mata sehingga pada saat melihat benda pada jarak jauh, mata tidak perlu berakomodasi.

    Strabismus paralitik bisa diatasi dengan kaca mata yang terdiri dari lensa prisma (yang membiaskan cahaya sehingga kedua mata menerima gambaran yang hampir sama) atau bisa diatasi dengan pembedahan.

    Sampai umur 10 tahun, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

    - K, Neil K. Strabismus. Medline Plus. 2012. 

    - http://jec.co.id/services/children-eye-care-service/strabismus/