Penyakit
23-02-2018

Endokarditis Non-Infektif

Endokarditis non-infektif, atau disebut juga non-bacterial thrombotic endocarditis, mengarah pada suatu keadaan dimana terdapat bekuan darah steril pada bagian dalam jantung sebagai respon terhadap trauma, respon imun, peradangan pembuluh darah, atau kondisi hiperkoagulasi.

Endokarditis non-infektif bukan disebabkan oleh infeksi, tetapi karena adanya bekuan darah yang terbentuk pada katup jantung, misalnya karena trauma, kelainan bawaan, atau kelainan autoimun (dimana ada antibodi tubuh yang menyerang katup jantung).

Risiko terjadinya endokarditis non-infektif lebih besar pada orang-orang dengan :

  • Gangguan autoimun, misalnya pada lupus eritematosus sistemik. 
  • Kanker paru, kanker lambung, atau kanker pankreas
  • Tuberkulosis
  • Sepsis, yaitu infeksi berat yang terjadi di dalam darah
  • Luka bakar
  • Cedera saat kateterisasi jantung

Biasanya tidak timbul gejala. Namun, terkadang bisa ditemukan adanya demam dan gangguan katup jantung, dimana terjadi kebocoran atau katup tidak dapat membuka dengan normal. Selain itu, risiko terjadinya emboli juga besar, sehingga bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Gejala-gejala yang timbul biasanya berasal dari emboli dan tergantung dari organ yang terkena, misalnya otak (stroke).

Endokarditis non-infektif bisa dipastikan dengan melakukan pemeriksaan ekokardiografi, dimana bisa terdeteksi adanya vegetasi di katup jantung, dan pada pemeriksaan darah tidak didapatkan adanya bakteri.

Penanganan yang diberikan bertujuan untuk mencegah terbentuknya bekuan darah, tetapi belum dapat dipastikan efektivitasnya.

- P, Lawrence L. Infective Endocarditis. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.