Penyakit
23-02-2018

Abses Parafaringeal

Abses Parafaringeal merupakan penimbunan nanah pada leher bagian dalam.

Infeksi pada daerah parafaring biasanya terjadi setelah faringitis atau tonsilitis, meskipun bisa juga disebabkan oleh penyebaran lokal dari infeksi gigi dan kelenjar getah bening.

Abses parafaringeal bisa menyebabkan gangguan pada jalan nafas. Kebanyakan penderita mengalami demam, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, dan pembengkakan di leher.

Pharyngeal Abscess

Sumber : www.merckmanuals.com

Selain itu, mulut juga bisa menjadi sulit untuk dibuka (trismus). Pada kasus tertentu, bisa terjadi penyebaran bakteri melalui pembuluh darah, demam tinggi, gangguan saraf, perdarahan hebat akibat pecahnya arteri karotis atau trombophlebitis septik pada vena jugularis interna (sindroma Lemierre).

Dugaan adanya abses parafaring dibuat pada orang-orang yang mengalami infeksi leher bagian dalam atau memiliki gejala-gejala yang khas. Diagnosa dipastikan dengan menggunakan pemeriksaan CT (Computed Tomography) scan dengan kontras.

Pada abses parafaring, jalan nafas perlu dijaga. Antibiotik spektrum luas bisa diberikan melalui suntikan. Umumnya diperlukan tindakan bedah untuk mengeluarkan nanah yang ada. Setelah pembedahan, dilakukan kultur nanah untuk mengetahui antibotik apa yang diperlukan kemudian.

- F, David, et al. Parapharyngeal Abscess. Radiopaedia. www.radiopaedia.org

- S, Clarence T. Parapharyngeal Abscess. The Merck Manual. 2012.