Penyakit
23-02-2018

Kelumpuhan Pita Suara

Kelumpuhan pita suara adalah ketidakmampuan untuk menggerakkan otot-otot yang mengontrol pita suara, sehingga pita suara tidak dapat membuka atau menutup sebagaimana mestinya.

Wanita lebih sering mengalami kelumpuhan pita suara dibandingkan pria.

Kelumpuhan bisa disebabkan oleh :

  • Kelainan pada otak, misalnya akibat tumor otak atau stroke
  • Kerusakan saraf yang menuju laring, misalnya akibat : tumor, cedera pada leher atau dada yang mengenai saraf, infeksi virus, atau neurotoksin (seperti timah hitam, merkuri atau arsen)
  • Kondisi neurologis tertentu, misalnya multiple sklerosis atau penyakit Parkinson.

Kelumpuhan pita suara bisa mempengaruhi proses berbicara, bernafas dan menelan. Kelumpuhan bisa menyebabkan makanan dan cairan terhirup masuk ke dalam saluran nafas (trakea) dan paru-paru.

Suara bisa menjadi serak atau bisa juga kekuatan suara menjadi berkurang, meskipun suara terdengar normal. Jika kedua sisi pita suara mengalami kelumpuhan, maka penderita bisa mengalami gangguan pernafasan akibat penyempitan jalan nafas ke trakea.

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan laring dan pita suara bisa dilakukan dengan menggunakan endoskopi. Selain itu, penyebab terjadinya kelumpuhan pita suara perlu dicari. Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain : MRI atau CT scan.

Pada beberapa kasus, suara akan kembali normal tanpa pengobatan pada tahun pertama setelah terjadinya kerusakan. Oleh karena itu, pembedahan seringkali ditunda setidaknya selama 1 tahun untuk memastikan bahwa tidak terjadi penyembuhan spontan.

Selama masa penundaan ini biasanya penderita dianjurkan menjalani terapi suara, yaitu dengan melakukan latihan-latihan untuk memperkuat pita suara atau untuk memperbaiki pengendalian nafas saat berbicara. Misalnya penderita dianjurkan untuk berbicara lebih lambat atau membuka mulutnya lebih lebar ketika berbicara.

Beberapa jenis pembedahan yang dapat dilakukan :

  1. Menambahkan sejumlah bahan ke dalam pita suara yang lumpuh, misalnya menggunakan kolagen atau lemak tubuh.
  2. Mengubah posisi pita suara. Dilakukan penggeseran pita suara yang lumpuh sehingga lebih dekat ke garis tengah.

Kedua jenis pembedahan tersebut bisa memperbaiki suara dan proses menelan. Setelah menjalani pembedahan, penderita juga perlu mengikuti terapi suara.

Selain itu, pembedahan juga dapat dilakukan dengan mengganti saraf yang mengalami kerusakan. Pada kelumpuhan 2 sisi, sulit untuk menjaga agar jalan nafas dapat terbuka secara adekuat. Untuk itu, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang ke dalam trakea melalui leher, sehingga penderita dapat bernafas tanpa perlu melewati pita suara.

- Mayo Clinic. Vocal Cord Paralysis. 2012.

- S, Clarence T. Vocal Cord Paralysis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.