Penyakit
23-02-2018

Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring adalah keganasan pada tenggorokan bagian atas (nasofaring). Kanker nasofaring dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. 

Virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis infeksiosa) diduga berperan dalam terjadinya kanker nasofaring. Selain itu juga ada faktor predisposisi genetik yang diturunkan untuk terjadinya kanker ini.

Seseorang lebih mungkin untuk terkena kanker ini jika :

  • berjenis kelamin laki-laki
  • usia kurang dari 55 tahun
  • banyak mengkonsumsi daging atau ikan yang diasinkan atau diawetkan (terutama orang-orang dengan asupan vitamin yang buruk). Zat-zat kimia yang dilepaskan dalam uap saat memasak makanan yang diasinkan atau diawetkan, misalnya ikan asin dan sayuran yang diawetkan, bisa masuk ke dalam rongga hidung dan meningkatkan risiko terjadinya kanker nasofaring.
  • memiliki riwayat keluarga dengan kanker nasofaring
  • memiliki riwayat paparan dengan virus Epstein Barr

Gejala awal seringkali berupa sumbatan pada hidung atau tuba eustakius yang menetap. Hal ini menimbulkan sensasi penuh atau rasa nyeri pada telinga dan dapat menyebabkan hilang pendengaran, terutama di satu telinga. Penderita juga dapat mengalami perdarahan dan keluarnya nanah dari hidung, serta pembesaran kelenjar getah bening. Pada kasus yang jarang, sebagian wajah atau mata dapat mengalami kelumpuhan. Kanker nasofaring seringkali mengalami penyebaran ke kelenjar getah bening leher.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil biopsi tumor. Pemeriksaan CT scan dasar tengkorak dan MRI kepala leher dilakukan untuk mengevaluasi seberapa luas kanker yang terjadi. Pemeriksaan PET (Positron Emission Tomography) scan juga seringkali dilakukan.

Tumor diatasi dengan terapi penyinaran (radiasi) dan kemoterapi. Jika tumor berukuran besar atau tetap ada, maka mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Secara keseluruhan, 35% penderita dapat bertahan hidup minimal 5 tahun setelah didiagnosa. Pengobatan yang dini dapat memperbaiki prognosis secara signifikan.

Tidak ada cara yang pasti dapat mencegah terjadinya kanker nasofaring. Namun, kita perlu memperhatikan dan berusaha menghindari faktor-faktor risiko terjadinya kanker nasofaring, misalnya dengan tidak memakan makanan yang diasinkan atau diawetkan.

- K, Scott. Nasopharyngeal Cancer. 2011

- Mayo Clinic. Nasopharyngeal Carcinoma. 2012.

- S, Richard V. Nasopharyngeal Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.