Penyakit
15-11-2019

Perikarditis Akut

Perikarditis akut adalah peradangan pada perikardium (selaput jantung) yang terjadi secara tiba-tiba dan seringkali menimbulkan rasa nyeri. 

Peradangan terkadang bisa menyebabkan terlalu banyak cairan yang masuk ke ruang perikardium, atau bisa juga ruang perikardium terisi oleh darah, yaitu jika perikarditis disebabkan oleh cedera, kanker, atau pembedahan pada jantung.

Perikardium : Selaput Tipis yang Melapisi Jantung

Penyebab

Perikarditis akut biasanya terjadi akibat :

- Infeksi, biasanya oleh infeksi virus (misalnya virus influenza atau HIV), tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri, parasit, atau jamur. Pada orang-orang dengan AIDS, sejumlah infeksi bisa menyebabkan terjadinya perikarditis.

- Kondisi lain yang mengiritasi dan menyebabkan peradangan pada perikardium, misalnya:

  1. Serangan jantung
  2. Pembedahan pada jantung
  3. Lupus eritematosus sistemik (lupus)
  4. Rheumatoid artritis
  5. Gagal ginjal
  6. Cedera
  7. Kanker, misalnya leukimia dan sarkoma Kaposi pada orang-orang dengan AIDS
  8. Demam rematik
  9. Hipotiroidisme
  10. Terapi radiasi
  11. Kebocoran darah dari aneurisma aorta
  12. Pemakaian obat-obat tertentu, misalnya obat anti-koagulan, penisilin, fenitoin, dan fenilbutazon.

Gejala

Perikarditis akut biasanya menyebabkan demam dan nyeri dada yang tajam, biasanya nyeri menjalar ke bahu kiri dan terkadang ke lengan kiri. Rasa nyeri yang timbul bisa mirip dengan rasa nyeri pada serangan jantung. Namun pada perikarditis akut, rasa nyeri cenderung bertambah hebat pada saat berbaring, menelan makanan, batuk, atau bahkan saat menarik napas dalam.

Jumlah cairan atau darah di ruang perikardium memberi tekanan pada jantung, sehingga mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah. Jika tekanan ini terlalu tinggi, maka bisa berisiko menyebabkan kematian.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan :

  1. Elektrokardiografi (EKG)
  2. Foto rontgen dada, bisa tampak adanya tanda-tanda efusi perikardial.
  3. Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan untuk melihat gambaran jantung dengan menggunakan gelombang suara.
  4. Pemeriksaan darah, untuk membantu mendeteksi penyebab perikarditis, misalnya leukemia, AIDS, atau infeksi lainnya.
  5. Pemeriksaan contoh cairan dan jaringan perikardium, yang diambil dengan jarum khusus melalui dinding dada (perikardiosintesis),bisa dilakukan untuk membantu menentukan penyebabnya.

Penanganan

Penanganan yang diberikan untuk perikarditis akut antara lain berupa :

  1. Rawat inap. Orang-orang dengan perikarditis biasanya perlu dirawat inap.
  2. Pengobatan untuk mengatasi peradangan dan rasa nyeri, serta pemantauan terhadap komplikasi.
  3. Penanganan untuk penyebab perikarditis, misalnya :
    1. Penghentian obat-obatan yang bisa menyebabkan perikarditis, sesuai petunjuk dokter.
    2. Dialisa untuk penderita gagal ginjal.
    3. Kemoterapi atau terapi radiasi untuk penderita kanker
  4. Pengeluaran cairan yang terdapat di dalam perikardium, bisa dilakukan jika terjadi efusi perikardial berulang atau jika efusi perikardial disebabkan oleh kanker.
  5. Jika pengobatan tidak efektif untuk mengatasi perikarditis, maka perikardium bisa diangkat melalui pembedahan.

Referensi:

- H, Brian D. Acute Pericarditis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.