Penyakit
23-02-2018

Kanker Laring

Kanker Laring adalah keganasan pada pita suara, kotak suara (laring) atau daerah lainnya di tenggorokan.

Kanker laring terjadi ketika sel-sel pada laring mengalami mutasi genetik, yang menyebabkan sel-sel tumbuh dengan tak terkendali dan terus hidup saat sel-sel yang sehat normalnya akan mengalami kematian. Akumulasi sel-sel ini dapat membentuk tumor pada tenggorokan.

Penyebab terjadinya mutasi genetik belum diketahui secara pasti. Tetapi, kanker laring lebih banyak ditemukan pada pria yang merokok dan mengkonsumsi alkohol. Selain itu, ada faktor risiko lain yang berkaitan dengan kanker laring :

  • virus human papiloma (HPV)
  • paparan terhadap zat-zat tertentu, seperti asbestos, nikel, formaldehid, dan isopropil alkohol
  • paparan pada asap solar

Kanker laring biasanya berasal dari pita suara atau struktur di sekitarnya. Hal ini seringkali menyebabkan suara serak. Seseorang yang mengalami serak selama lebih dari 2 minggu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Kanker pada bagian lain laring dapat menyebabkan nyeri pada tenggorokan, nyeri pada telinga, dan kesulitan menelan atau bernafas atau keduanya. Kadang adanya sebuah benjolan di leher akibat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening, muncul terlebih dulu sebelum gejala lainnya timbul. 

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah: 
- nyeri leher 
- penurunan berat badan 
- batuk 
- batuk darah 
- bunyi pernafasan yang abnormal

Untuk menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksan laringoskop dan biopsi.
CT scan dan MRI kepala atau leher juga bisa menunjukkan adanya kanker laring.

Tumor Laring dengan Laringoskop

Sumber : www.intelihealth.com

Pengobatan tergantung pada stadium dan lokasi kanker di dalam laring. Kanker stadium awal diatasi dengan pembedahan atau terapi penyinaran. Jika menyerang pita suara, lebih sering dilakukan terapi penyinaran karena bisa mempertahankan suara yang normal. Namun, untuk kanker laring pada stadium sangat awal, terkadang dapat dilakukan bedah mikro dengan laser. Tindakan ini dapat memberi penyembuhan yang baik dan dapat mempertahankan suara yang normal.

Terapi penyinaran juga seringkali dikombinasi dengan kemoterapi untuk terapi awal kanker laring stadium lanjut. Namun, pembedahan tetap dapat diperlukan untuk mengangkat kanker yang masih tersisa setelah terapi dilakukan. Jika kanker sudah mencapai stadium lanjut yang tidak mungkin untuk dilakukan pembedahan atau terapi penyinaran, maka kemoterapi dapat diberikan untuk mengurangi ukuran tumor dan mengatasi rasa nyeri, tetapi mungkin tidak dapat menyembuhkan.

Terapi kanker hampir selalu menimbulkan efek samping. Terapi pembedahan untuk kanker laring seringkali menyebabkan gangguan dalam menelan dan berbicara. Pada beberapa kasus diperlukan rehabilitasi untuk mengatasinya. Pada pembedahan dimana seluruh pita suara harus diangkat, membuat penderita tidak memiliki suara. Berbagai cara telah dibuat agar orang-orang yang tidak memiliki pita suara dapat berbicara kembali. Suara yang baru dapat dibuat dengan salah satu dari cara berikut:

  1. Esophageal speech, penderita diajari untuk membawa udara ke dalam kerongkongan ketika bernafas dan secara perlahan menghembuskannya untuk menghasilkan suara.
  2. Fistula trakeoesofageal, merupakan katup satu arah yang dimasukkan diantara trakea dan kerongkongan. Katup ini mendorong udara ke dalam kerongkongan ketika penderita bernafas, sehingga menghasilkan suara. Namun, jika katup mengalami kelainan fungsi, cairan dan makanan bisa secara tidak sengaja masuk ke dalam trakea.
  3. Elektrolaring adalah suatu alat yang bertindak sebagai sumber suara dan dipasang di leher.

Suara yang dihasilkan oleh ketiga cara tersebut dirubah menjadi percakapan dengan menggunakan mulut, hidung, gigi, lidah dan bibir. Suara yang dihasilkan lebih lemah dibandingkan suara normal.

Terapi penyinaran dapat menimbulkan perubahan pada kulit, seperti peradangan, gatal, dan rambut rontok. Selain itu juga dapat timbul jaringan parut, hilangnya kemampuan untuk mengecap, dan mulut kering, serta adakalanya penghancuran jaringan normal tubuh. Kemoterapi juga dapat menyebabkan berbagai efek samping, tergantung dari obat yang digunakan. Efek samping ini dapat berupa mual, muntah, hilangnya pendengaran, dan infeksi.

Hindari rokok dan alkohol, serta paparan zat-zat lain yang berisiko untuk terjadinya kanker laring.

Sumber : www.capitalfm.com.my

- Mayo Clinic. Throat Cancer. 2012.

- S, Richard V. Laryngeal Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- T, Colin. Laryngeal Cancer. 2011. www.patient.co.uk