Penyakit
23-02-2018

Patah Tulang Orbita

Cedera wajah bisa menyebabkan patah (fraktur) pada tulang-tulang yang membentuk orbita (rongga mata). Beberapa patah (fraktur) tulang wajah bisa menyebabkan gangguan penglihatan. 

Mata dilindungi oleh rongga bertulang yang berbentuk seperti buah pir. Hantaman benda tumpul pada orbita bisa menyebabkan terjadinya fraktur, misalnya akibat hantaman bola, tinju, atau dasbor (pada kecelakaan lalu lintas) yang mengenai mata. Fraktur juga bisa terjadi pada sisi (dinding) atau atap rongga orbita. Terkadang bagian mata atau otot-otot yang melekat pada bola mata terdorong ke daerah fraktur dan terperangkap di dalamnya.

Gejala-gejala yang bisa terjadi akibat adanya fraktur pada tulang orbita antara lain :

  • Nyeri hebat pada daerah fraktur
  • Pembengkakan, akibat akumulasi darah dan cairan, dan seringkali daerah yang membengkak tampak biru atau ungu (memar).
  • Terkadang bisa terjadi perdarahan dari hidung
  • Gangguan penglihatan, bisa terjadi akibat pembengkakan kelopak mata yang menutupi pandangan, kerusakan pada bola mata, atau penekanan pada saraf penglihatan
  • Penglihatan ganda atau gangguan pergerakan bola mata
  • Bola mata tampak menonjol keluar atau bisa juga tenggelam
  • Penurunan atau hilangnya rasa di daerah pipi, bibir atas, atau geraham atas
  • Adanya akumulasi udara di bawah kulit, akibat udara dari hidung atau sinus yang masuk ke jaringan di sekitar mata, terutama jika penderita menghembuskan udara dari hidung dengan kuat.

Diagnosa patah (fraktur) tulang orbita dapat didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan mata lengkap untuk mengetahui apakah terdapat adanya kerusakan pada mata. CT scan dilakukan untuk menilai adanya fraktur, akumulasi darah, dan dislokasi atau terjepitnya jaringan pada daerah fraktur.

Orang yang mengalami patah (fraktur) tulang orbita jangan menghembuskan udara kuat-kuat dari hidung, karena dapat menyebabkan pembengkakan jika udara yang dihembuskan terkumpul di bawah kulit di sekitar mata. Penggunaan spray hidung untuk menyempitkan pembuluh darah selama 2-3 hari bisa membantu meminimalkan perdarahan. Es batu dapat digunakan untuk mengompres daerah yang cedera sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.

Kepala sebaiknya diposisikan lebih tinggi dari jantung, sehingga dapat mencegah terjadinya pembengkakan lebih lanjut. Pemberian obat pereda nyeri bisa dilakukan untuk membantu mengurangi nyeri.

Pembedahan biasanya diperlukan jika fraktur menyebabkan otot atau jaringan lunak terjepit dan menyebabkan penglihatan ganda, menyebabkan cedera saraf, membuat bola mata tenggelam ke bagian fraktur, dan jika gejala tidak hilang dalam 2 minggu.

Setelah memastikan bahwa fraktur tidak merusak struktur yang vital, maka dokter bedah akan mengembalikan tulang yang patah ke posisi semula, terkadang digunakan implan, berupa lempengan plastik tipis, atau graft tulang untuk menghubungkan kembali bagian-bagian yang patah dan membantu penyembuhan.

- C, Kathryn. Fractures of The Orbit. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.