Penyakit
23-02-2018

Trombosis Sinus Kavernosus

Trombosis sinus kavernosus merupakan gangguan yang sangat jarang terjadi, dimana terdapat sumbatan pada pembuluh besar di dasar otak (sinus kavernosus) oleh bekuan darah. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri yang berasal dari infeksi pada sinus, mata, atau sekitar hidung. Untuk itu, adanya infeksi pada daerah sekitar hidung yang mengarah ke lingkaran mata harus selalu diperhatikan dengan serius.

Sinus kavernosus merupakan pembuluh darah vena yang besar pada dasar otak, di belakang mata. Sinus kavernosus bukan merupakan salah satu rongga sinus yang berisi udara yang terletak di sekitar hidung.

Trombosis sinus kavernosus biasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) yang berasal dari infeksi pada wajah, gigi, atau sinus di sekitar hidung. Trombosis sinus kavernosus bisa disebabkan oleh infeksi wajah yang umum, seperti bisul kecil pada hidung atau sinusitis pada sinus sphenoid atau sinus ethmoid. Untuk itu, adanya infeksi pada daerah di sekitar hidung sampai ke sekitar mata perlu dianggap serius. Trombosis sinus kavernosus dapat mempengaruhi saraf-saraf kranial yang berada di dekat sinus kavernosus, yang berperan dalam pergerakan bola mata dan sensasi pada wajah. Trombosis sinus kavernosus juga bisa menyebabkan infeksi otak dan cairan di sekitar meningens, abses otak, stroke, kebutaan, dan juga penurunan fungsi kelenjar pituitari (hypopituitarisme).

Trombosis sinus kavernosus dapat menimbulkan gejala-gejala seperti penonjolan bola mata (proptosis), pembengkakan pada kelopak mata, sakit kepala hebat, nyeri atau baal pada wajah, gangguan pergerakan bola mata dengan penglihatan ganda, hilangnya penglihatan, mengantuk, demam tinggi, dan pupil mata yang melebar. Jika bakteri menyebar sampai ke otak, maka dapat terjadi kejang, penurunan kesadaran sampai koma, gangguan sensasi, atau kelemahan otot pada daerah tertentu.

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT (Computed Tomography) scan dari sinus-sinus di sekitar hidung, mata, dan otak biasanya dilakukan. Pemeriksaan sampel darah dan sampel cairan, mukus, atau nanah dari tenggorokan dan hidung dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri. Pemeriksaan pungsi lumbal juga dapat dilakukan.

Meskipun dengan pengobatan, trombosis sinus kavernosus masih dapat mengancam nyawa. Sekitar 30-50% penderita meninggal dunia dan sekitar 30% lainnya mengalami gangguan serius sesudahnya, misalnya gangguan pergerakan bola mata dan penglihatan ganda, kebutaan, cacat akibat stroke, dan hypopituitarisme, yang dapat bersifat permanen.

Setelah diagnosa dipastikan, maka antibiotika dosis tinggi perlu segera diberikan melalui pembuluh darah (intravena). Sinus hidung yang mengalami infeksi bisa dibersihkan (drainase) melalui pembedahan, terutama jika penderita tidak membaik setelah pemberian antibiotika selama 24 jam. Selain itu, jika terjadi hypopituitarisme, maka bisa diberikan hormon tambahan.

- James Garrity. Cavernous Sinus Thrombosis. Merck Manual Handbook. 2012