Penyakit
23-02-2018

Keratokonjungtivitis Sikka

Keratokonjungtivitis Sikka merupakan kekeringan pada konjungtiva (lapisan pada kelopak mata dan yang melapisi bagian putih bola mata) dan kornea (lapisan jernih di depan iris dan pupil pada bola mata).

Keratokonjungtivitis sikka bisa terjadi akibat produksi air mata yang tidak adekuat. Pada keadaan ini, kelenjar air mata tidak memproduksi air mata yang cukup untuk menjaga agar seluruh konjungtiva dan kornea dilapisi oleh lapisan air mata yang utuh. Keadaan ini biasanya paling sering terjadi pada wanita setelah menopause.

Mata kering juga bisa terjadi pada :

  • Sindroma Sjogren, dimana sel-sel darah putih menyerang kelenjar-kelenjar yang menghasilkan cairan, termasuk kelenjar air mata, sehingga menyebabkan mata menjadi kering.
  • Penyakit-penyakit tertentu, seperti lupus, dimana produksi air mata bisa kurang

Mata kering juga bisa terjadi akibat :

  • Kelainan komposisi air mata, dimana terjadi penguapan air mata yang cepat.
  • Mata terbuka sebagian untuk waktu tertentu saat tidur atau karena mata tidak cukup berkedip (seperti yang bisa terjadi pada penyakit Parkinson).

Gejala-gejala mata kering bisa berupa iritasi, rasa seperti terbakar, rasa gatal, dan rasa seperti ada benda asing pada mata. Kerusakan pada permukaan mata membuat rasa tidak nyaman pada mata dan menyebabkan mata menjadi sensitif terhadap cahaya terang. Gejala-gejala bisa bertambah berat pada :

  • Aktivitas yang membuat mata kurang berkedip, seperti membaca, menggunakan komputer, mengemudi, atau menonton televisi
  • Daerah yang banyak angin, berdebu, atau berasap serta lingkungan yang kering, misalnya di tempat-tempat yang menggunakan AC, fan, atau penghangat.
  • Penggunaan obat tertentu, seperti isotretinoin, beberapa obat penenang, obat diuretik, obat anti-hipertensi, obat kontrasepsi oral, dan antihistamin.

Penderita terkadang merasa pandangannya menjadi buram atau mengalami iritasi mata yang berat dan lama sehingga sulit untuk dapat berfungsi dengan normal.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan mata. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Tes Schirmer, untuk mengetahui derajat kelembaban yang membasahi mata
  • Pemeriksaan mata dengan slit lamp, untuk mengetahui beratnya kerusakan mata yang terjadi

Untuk mengatasi kekeringan pada mata, setiap beberapa jam bisa diteteskan air mata buatan. Air mata buatan adalah tetes mata yang mengandung zat yang merangsang air mata yang asli dan membantu menjaga mata tetap lembab. Penderita juga perlu menghindari lingkungan yang kering dan berasap.

Pengobatan atau tindakan lain juga dapat dilakukan, tergantung dari hasil pemeriksaan pada mata, misalnya apakah terjadi kerusakan lebih lanjut pada mata, atau ditemukan adanya gangguan tertentu. Pembedahan bisa dilakukan untuk menyumbat aliran air mata ke hidung sehingga lebih banyak air mata yang digunakan untuk membasahi mata. Jika terjadi kekeringan mata sangat hebat, maka bisa dilakukan penjahitan sebagian kelopak mata guna mengurangi penguapan air mata.

- R, Melvin. Keratoconjungtivitis Sicca. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- H, Rula. Sjogren's Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.