Penyakit
23-02-2018

Uveitis

Uveitis adalah peradangan yang terjadi di mana saja di lapisan berpigmen pada mata, yang dikenal sebagai uvea. Uvea terdiri dari 3 struktur:

  1. Iris : cincin berwarna yang melingkari pupil yang berwarna hitam dan berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.
  2. Badan silier : otot-otot yang bisa membuat lensa menjadi lebih tebal atau lebih tipis sehingga mata bisa memfokuskan penglihatan jarak jauh atau dekat
  3. Koroid : lapisan mata bagian dalam yang membentang dari ujung otot silier kesaraf optikus di bagian belakang mata


3 Struktur Uvea

Sumber : www.merckmanuals.com

Peradangan uvea bisa terjadi karena banyak hal. Tetapi pada sebagian besar kasus uveitis, penyebabnya tidak diketahui.

Banyak orang dengan uveitis memiliki gangguan yang juga mengenai organ lain pada tubuh, seperti sindroma Behcet, ankylosing spondylitis, artritis juvenile idiopatik, sarkoidosis, artritis reaktif, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan penyakit Vogt-Koyanagi-Harada.

Beberapa orang memiliki infeksi yang luas, seperti tuberkulosis, sifilis, atau penyakit Lyme. Penyebab lain yang dapat menyebabkan infeksi pada mata yaitu infeksi virus herpes simplex, infeksi virus herpes zoster, toxoplasmosis, dan cytomegalovitus. Infeksi cytomegalovirus umumnya terjadi pada orang-orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) / AIDS.

Cedera mata merupakan penyebab yang sering untuk terjadinya uveitis anterior. Pada kasus yang jarang, beberapa obat seperti rifabutin, sulfonamide, pamidronate, dan cidofovir juga dapat menyebabkan uveitis.

Gejala awal uveitis bisa ringan atau berat, tergantung dari bagian uvea yang terkena dan beratnya peradangan yang terjadi. Berdasarkan lokasinya, uveitis dapat dibagi menjadi :

  • Uveitis anterior, merupakan peradangan yang terjadi pada bagian depan uvea, termasuk iris. Biasanya muncul nyeri yang hebat pada mata, konjungtiva menjadi merah, nyeri jika terpapar cahaya terang, dan penglihatan sedikit menurun.
  • Uveitis intermediate, merupakan peradangan pada bagian tengah uvea. Penglihatan bisa menurun dan mungkin melihat bintik-bintik hitam yang melayang-layang (floaters), tetapi biasanya tidak terasa nyeri.
  • Uveitis posterior, merupakan peradangan pada bagian belakang uvea, dan bisa meliputi koroid serta retina. Penglihatan menurun dan muncul floaters. Selain itu retina juga bisa terlepas, sehingga penglihatan pada daerah tepi bisa menghilang dan penglihatan menjadi buram. Saraf optikus bisa meradang, sehingga terjadi hilangnya penglihatan yang bervariasi dari adanya titik buta kecil (blind spot) sampai buta total.
  • Panuveitis, merupakan peradangan yang mengenai seluruh uvea, sehingga bisa menyebabkan kombinasi dari gejala-gejala tersebut diatas.

Uveitis bisa menyebabkan kerusakan pada mata dengan cepat dan menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti kerusakan retina, glaukoma, pembengkakan makula, dan katarak. Banyak orang hanya mengalami satu episode uveitis, tetapi ada juga yang mengalami uveitis berulang selama beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan mata. Pemeriksaan mata menggunakan slit lamp memungkinkan dokter untuk melihat kondisi mata dengan lebih jelas.

www.improveeyesightfast.com

Pengobatan harus segera diberikan untuk mencegah kerusakan menetap, antara lain untuk mengatasi peradangan, melebarkan pupil, serta mengatasi penyebabnya (misalnya infeksi bakteri atau parasit).

- C, Emmett T. Uveitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.