Penyakit
23-02-2018

Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Mola Hidatidosa (Hamil Anggur) adalah suatu massa atau pertumbuhan di dalam rahim yang terjadi pada awal kehamilan.

Mola hidatidosa berasal dari plasenta dan/atau jaringan janin sehingga hanya mungkin terjadi pada awal kehamilan. Massa biasanya terdiri dari bahan-bahan plasenta yang tumbuh tak terkendali. Sering tidak ditemukan janin sama sekali.

Penyebab terjadinya mola belum sepenuhnya dimengerti. Penyebab yang paling mungkin adalah kelainan pada sel telur, rahim dan/atau kekurangan gizi.

Resiko yang lebih tinggi ditemukan pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun atau diatas 40 tahun. Faktor resiko terjadinya mola adalah:

  • Status sosial-ekonomi yang rendah
  • Diet rendah protein, asam folat dan karotin
  • Gejala yang muncul bisa berupa:

    • Perdarahan dari vagina pada wanita hamil (trimester I)
    • Mual dan muntah berat
    • Pembesaran perut melebihi usia kehamilan
    • Gejala-gejala hipertiroidisme (pada 10% kasus), misalnya denyut jantung cepat, gelisah, cemas, tidak tahan panas, penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, tangan gemetar, dan kulit lebih hangat
    • Gejala-gejala pre-eklamsi, seperti tekanan darah tinggi dan pembengkakan kaki-pergelangan kaki-tungkai

    Mola hidatidosa

    Save

    Save

    Save

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain pemeriksaan USG dan pemeriksaan hormon HCG.

    Mola harus dibuang seluruhnya. Setelah itu, pemeriksaan kadar hormon (HCG) bisa diulang kembali untuk mengetahui apakah seluruh mola telah terangkat. Pengukuran kadar HCG bisa dilakukan lagi dalam waktu 6 bulan-1 tahun kemudian untuk memastikan tidak ada jaringan mola yang tersisa.

    Wanita yang pernah menjalani pengobatan untuk mola sebaiknya tidak hamil dulu dalam waktu 1 tahun, karena sulit untuk mengukur kadar HCG bila terjadi kehamilan. 2-3% kasus mola bisa berkembang menjadi keganasan. Pada kasus ini, penderita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    - Mayoclinic. Molar pregnancy. 2011.