Penyakit
23-02-2018

Atresia Anus

Atresia Anus (Anus Imperforatus) adalah suatu keadaan dimana lubang anus tidak terbentuk. Kebanyakan bayi yang menderita atresia anus juga memiliki fistula (hubungan abnormal), misalnya antara anus dengan uretra, perineum, dasar penis atau skrotum (pada laki-laki), dasar vagina (pada perempuan), maupun kandung kemih.

Sumber : www.pedsurg.ucsf.edu

Atresia anus merupakan kelainan yang telah ada sejak lahir dan disebabkan oleh gangguan pembentukan saat masa perkembangan janin. Penyebabnya belum diketahui. Pada beberapa keluarga didapatkan adanya lebih dari satu orang yang mengalami kelainan di daerah anorektal, sehingga diduga kelainan ini juga berkaitan dengan faktor genetik.

Kelainan ini ditemukan pada 1 diantara 5000 bayi.

Gejalanya adalah:
- mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir) tidak keluar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir
- tinja keluar dari vagina, dasar penis, skrotum, atau uretra
- tidak terlihat atau berubahnya posisi lubang anus
- perut menggembung
- jika disusui, bayi akan muntah

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan pencitraan juga dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosa.

Bayi harus diperiksa apakah memiliki kelainan lainnya, terutama yang mengenai alat kelamin, saluran kemih, dan tulang belakang.

Seringkali diperlukan pembuatan kolostomi sementara (ujung usus besar disambung ke dinding perut, sehingga tinja bisa keluar), sampai akhirnya dilakukan pembedahan untuk membentuk lubang anus. Jika terdapat fistula, juga dilakukan penutupan fistula.

Seperti kebanyakan kelainan bawaan lainnya, tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah terjadinya atresia anus.

- K, Neil K. Imperforate Anus. Medline Plus. 2011.

- Johns Hopkins Children's Center. Imperforate Anus. www.hopkinschildrens.org