Penyakit
23-02-2018

Abses Retrofaringeal

Abses Retrofaringeal adalah suatu penimbunan nanah pada kelenjar getah bening di bagian belakang tenggorokan.

Abses biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang berasal dari amandel, tenggorokan, sinus, adenoid, hidung atau telinga tengah. Kadang cedera pada tenggorokan bagian belakang akibat tertusuk duri ikan juga bisa menyebabkan abses retrofaringeal. Meskipun jarang, abses retrofaringel juga bisa disebabkan oleh bakteri tuberkulosis.

Karena kelenjar getah bening pada bagian belakang tenggorokan menghilang setelah masa kanak-kanak, maka abses retrofaringeal lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Infeksi ini bisa terjadi selama atau segera setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri.

Gejala-gejala yang bisa terjadi berupa:

- Riwayat nyeri tenggorokan, infeksi hidung atau abses gigi
- Demam tinggi
- Kesulitan dan nyeri saat menelan, sehingga air ludah bisa mengalir keluar
- Pembesaran kelenjar getah bening di leher
- Suara tidak jelas
- Leher kaku
- Anak bisa tampak memiringkan kepalanya
- Retraksi interkostal (penarikan otot sela iga ketika penderita berusaha keras untuk bernafas
- Abses bisa menyumbat jalan nafas, sehingga anak menjadi sulit bernafas dan berbunyi terutama saat menarik nafas

KOMPLIKASI

Komplikasi yang bisa terjadi antara lain :

  • perdarahan di sekitar abses
  • pecahnya abses ke jalan nafas (yang dapat menyumbat jalan nafas)
  • pneumonia
  • terbentuknya bekuan darah di vena besar di leher (vena jugularis)
  • penyebaran infeksi ke dada
  • infeksi masuk ke aliran darah dan bisa menyebabkan gangguan fungsi organ-organ tubuh (syok septik)

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Rontgen atau CT scan leher bisa menunjukkan adanya rongga berisi nanah diantara tenggorokan dan tulang belakang leher.

Pemeriksaan darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih dan biakan lendir tenggorokan bisa menunjukkan adanya organisme penyebab.

Untuk mengatasi infeksi, perlu dilakukan pembedahan untuk membuang nanah (drainase) dan diberikan antibiotik dosis tinggi melalui infus.

Diagnosis dan pengobatan yang tepat pada faringitis dan infeksi nasofaringeal biasanya bisa mencegah terjadinya abses retrofaringeal.

- W, Geoffery A. Retropharyngeal Abscess. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.

- S, Seth. Retropharyngeal Abscess. Medline Plus. 2012.