Penyakit
23-02-2018

Sindroma Reye

Sindroma Reye merupakan gangguan yang jarang terjadi tetapi bersifat mengancam nyawa karena menyababkan peradangan dan pembengkakan pada otak, serta gangguan dan hilangnya fungsi hati.

Penyebab pasti terjadinya sindroma Reye belum diketahui. Sindroma Reye biasanya terjadi setelah infeksi virus tertentu, misalnya influenza (flu) atau cacar air, terutama pada anak-anak yang mengkonsumsi aspirin saat terserang penyakit. Karena penggunaan aspirin meningkatkan risiko terjadinya sindroma Reye, maka aspirin tidak direkomendasikan untuk diberikan pada anak-anak, kecuali untuk terapi beberapa penyakit tertentu (misalnya penyakit Kawasaki). Sindroma ini terutama terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun.

Gejala-gejala sindroma Reye bervariasi tergantung dari tingkat keparahannya. Sindroma Reye diawali dengan adanya gejala infeksi virus, misalnya influenza atau cacar air. Setelah 5-7 hari, anak tiba-tiba menjadi mual dan muntah-muntah hebat. Dalam waktu satu hari, anak menjadi lesu, bingung, dan gelisah. Perubahan kondisi mental anak kadang diikuti dengan terjadinya kejang, koma, atau bahkan kematian. Gangguan dan hilangnya fungsi (degenerasi) hati bisa menyebabakan gangguan pembekuan darah dan penumpukan amonia di dalam darah.

Seorang anak yang tiba-tiba mengalami gejala-gejala disfungsi otak (ensefalopati) dan muntah-muntah perlu dicurigai apakah terkena sindroma Reye. Untuk memastikan diagnosa dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya, maka bisa dilakukan pemeriksaan darah dan seringkali juga dilakukan biopsi hati.

child vomiting in a basin

Sumber : www.pediatrics-child-health.knoji.com

Selain itu, bisa juga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan CT (Computed Tomography) scan atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) kepala dan pemeriksaan cairan serebrospinal. Setelah diagnosa dipastikan, maka tingkat keparahan penyakit perlu ditentukan berdasarkan gejala dan hasil-hasil pemeriksaan yang ada.

Tidak ada terapi spesifik untuk sindroma Reye. Anak-anak yang terkena sindroma Reye perlu dirawat diruang perawatan intensif. Jika terjadi gangguan pembekuan darah, maka bisa diberikan vitamin K atau plasma segar beku (fresh frozen plasma). Untuk mengatasi pembengkakan dan tekanan pada otak, maka bisa dilakukan pemasangan alat bantu pernafasan (intubasi endotrakea), pembatasan cairan, pengaturan posisi kepala yang lebih tinggi, dan pemberian obat-obat untuk membuang cairan. Larutan dekstrosa bisa diberikan untuk menjaga kadar gula tetap normal di dalam darah.

PROGNOSIS

Prognosis seorang anak tergantung dari berbagai hal, antara lain :

  • berapa lama otak telah mengalami gangguan fungsi
  • tingkat keparahan penyakit
  • kecepatan terjadinya koma
  • berapa besar peningkatan tekanan di dalam kepala
  • kadar amonia di dalam darah

Secara keseluruhan, kemungkinan seorang anak akan meninggal adalah sekitar 21%, tetapi angka ini bervariasi tergantung dari stadium penyakit. Pada stadium I, risiko terjadinya kematian pada anak kurang dari 2%, tetapi pada anak yang mengalami koma (stadium IV atau V) risiko ini meningkat hingga lebih dari 80%.

Banyak anak yang bisa pulih sepenuhnya setelah melalui fase akut penyakit. Namun, anak-anak yang mengalami gejala-gejala yang lebih berat bisa memiliki tanda-tanda kerusakan otak, misalnya gangguan intelektual, kejang, kelemahan otot, kelainan pergerakan otot, atau kerusakan saraf tertentu. Sindroma Reye jarang mengenai seorang anak untuk kedua kalinya.

Hati-hati jika memberikan aspirin untuk anak atau remaja. Meskipun aspirin diperbolehkan untuk anak di atas usia 2 tahun, tetapi anak-anak dan remaja yang terkena atau baru pulih dari cacar air atau gejala-gejala seperti flu sebaiknya tidak mengkonsumsi aspirin, termasuk obat-obat lain yang mengandung aspirin.

Sumber : www.nationwidechildrens.org

Selalu periksa label obat sebelum diberikan pada anak, termasuk obat-obat herbal. Terkadang aspirin tertera dengan nama lain, seperti asam asetilsalisilat (acetylsalicylic acid), asetilsalisilat (acetylsalicylate), asam salisilat (salicylic acid), salisilat (salicylate).

Jika anak terkena flu, cacar air, atau infeksi virus lainnya, maka sebaiknya gunakan obat-obat lain, seperti asetaminofen atau ibuprofen untuk menurunkan demam atau mengatasi nyeri.

Jika anak benar-benar memerlukan pemberian aspirin (misalnya pada penyakit Kawasaki), maka pastikan bahwa anak telah mendapatkan vaksinasi cacar air dan vaksinasi flu tahunan. Dengan menghindari dua infeksi virus ini bisa membantu mencegah terjadinya sindroma Reye.

- P, Elizabeth J. Reye Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- Mayo Clinic. Reye Syndrome. 2011.