Penyakit
23-02-2018

Osteokondrosis

Osteokondrosis adalah sekumpulan penyakit yang menyerang lempengan pertumbuhan tulang (bagian tulang tempat terjadinya pertumbuhan) pada anak-anak.

Osteokondrosis menyebabkan kelainan pada pertumbuhan tulang dan kelainan bentuk tulang. Ada beberapa jenis osteokondrosis berdasarkan tulang yang terkena :

  • Penyakit Legg-Calve-Perthes, mengenai tulang paha
  • Penyakit Osgood-Schlatter, mengenai tulang kering
  • Penyakit Scheuermann, mengenai tulang belakang
  • Penyakit tulang Kohler, mengenai tulang navikulare di kaki
  • Ada berbagai faktor yang diduga merupakan penyebab potensial dari osteokondrosis, baik secara tunggal maupun kombinasi, yaitu :

    • Predisposisi genetik
    • Faktor lingkungan
    • Trombosis
    • Trauma akut atau berulang
    • Emboli
    • Kekurangan mineral tembaga
    • Infeksi
    • Faktor mekanis

    Gejala-gejala yang muncul pada osteokondrosis tergantung dari tempat terkena dan keparahan gangguan yang terjadi.

    Rasa nyeri yang terlokalisir pada tempat terjadinya osteokondrosis bisa muncul pada tahap awal. Namun, penderita lebih sering tidak mengalami gejala. Gejala biasanya baru muncul pada tahap lanjut, setelah terjadi disabilitas. Rasa nyeri yang tidak spesifik pada tulang dan sendi seringkali terjadi pada anak-anak saat mengalami percepatan pertumbuhan, dan banyak diantaranya yang merupakan osteokondrosis.

    Gejala-gejala yang dapat ditemukan pada osteokondrosis antara lain :

    • Nyeri yang terlokalisir
    • Keterbatasan dalam menggerakkan sendi yang terkena
    • Adanya pembengkakan
    • Gangguan dalam cara berjalan (ketika penyakit mengenai tungkai bawah)

    Gambaran tahap lanjut dari osteokondrosis bisa berupa adanya kelainan bentuk dan gangguan pertumbuhan, misalnya kifosis (punggung membungkuk) pada penyakit Scheuermann.

    Sebagian besar osteokondrosis pertama kali dipastikan dengan pemeriksaan foto sinar-x. Meskipun pemeriksaan radiologi lainnya (misalnya MRI) bisa membantu dalam identifikasi awal penyakit, tetapi biasanya jarang dilakukan, karena penderita umumnya belum bergejala pada tahap awal penyakit.

    Tujuan terapi osteokondrosis pada sendi yang paling penting dari adalah membuat sendi bisa bergerak dengan baik dan tanpa rasa sakit. Prinsip dasar terapi osteokondrosis antara lain :

    • melindungi dan mencegah terjadinya trauma tambahan
    • mencegah terjadinya deformitas sekunder
    • memfasilitasi proses penyembuhan tulang

    Trauma tambahan bisa dicegah dengan cara mengistirahatkan bagian tubuh yang terkena dan menghindari olahraga yang kompetitif. Obat penghilang rasa nyeri bisa digunakan untuk membantu mengatasi rasa nyeri yang ada.

    Untuk mencegah terjadinya deformitas dan mengurangi stress mekanis pada sendi, dapat dilakukan beberapa hal berikut :

    • gunakan penyangga (brace)
    • kurangi beban tubuh
    • melakukan fisikoterapi dan latihan khusus, misalnya untuk orang-orang dengan penyakit Scheuermann

    Untuk membantu penyembuhan tulang (reossifikasi) bisa diberkan supplemen kalsium dan multivitamin.

    Terapi bedah biasanya dilakukan jika :

    • terapi konservatif tidak efektif atau gagal
    • pembedahan diperlukan untuk membantu proses penyembuhan atau untuk perbaikan kosmetik

    - American Family Physician. Osteochondrosis : Common Causes of Pain in Growing

    Bones. 2011. www.aafp.org

    - V, Manish K. Osteochondrosis. Medscape. 2011.