Penyakit
23-02-2018

Degenerasi Makula

Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran (degenerasi) sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.

Makula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina.
Makula merupakan bagian dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang.

Degenerasi makula merupakan penyebab paling sering hilangnya penglihatan sentral pada orang tua. Beberapa faktor risiko untuk terjadinya degenerasi makula :

  • Usia tua
  • Adanya riwayat degenerasi makula di dalam keluarga
  • Merokok
  • Kelainan genetik tertentu
  • Penyakit kardiovaskular, seperti aterosklerosis
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas (kegemukan)
  • Diet rendah asam lemak omega-3 dan sayuran berdaun hijau tua

Ada 2 jenis degenerasi makula yaitu :

  • Degenerasi makula atrofik (kering) : terjadi ketika sel-sel yang sensitif terhadap cahaya pada makula perlahan-lahan menjadi rusak dan menghilang. Penglihatan pada pusat lapang pandang akan menghilang secara bertahap.
  • Degenerasi makula eksudatif (basah) : bisa disebabkan oleh degenerasi makula atrofik. Beberapa penderita mengalami pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal di bawah makula, dimana seringkali terjadi perembesan cairan, terbentuk endapan dan daerah perdarahan. Pada akhirnya, akan terbentuk jaringan parut, sehingga merusak makula dengan cepat. Meskipun hanya 10% penderita yang mengalami degenerasi makula eksudatif, tetapi 80-90% penderita yang mengalami kehilangan penglihatan berat karena degenerasi makula disebabkan oleh jenis yang eksudatif.

Degenerasi makula atrofik (kering) menyebabkan hilangnya penglihatan pada lapang pandang pusat secara perlahan-lahan dan tanpa rasa nyeri. Objek yang dilihat bisa tampak pudar, dan penderita tidak dapat melihat objek tersebut secara detail. Penderita menjadi lebih sulit untuk membaca. Dengan berjalannya waktu, biasanya muncul bercak buta pada lapang pandang pusat (skotoma) dan terkadang sangat mengganggu penglihatan.

Pada degenerasi makula eksudatif (basah), hilangnya penglihatan cenderung terjadi dengan cepat. Gejala awal yang muncul bisa berupa penglihatan yang buram, bergelombang, atau terdistorsi pada penglihatan bagian pusat. Penglihatan pada lapang pandang bagian tepi biasanya tidak terkena. Degenerasi makula eksudatif biasanya mengenai satu mata. Seringkali penderita menjadi kesulitan untuk membaca atau menonton televisi.

Degenerasi makula bisa menyebabkan kerusakan penglihatan yang berat pada mata yang terkena, tetapi jarang menyebabkan kebutaan total. Penglihatan pada lapang pandang bagian tepi dan kemampuan untuk melihat warna biasanya tidak terpengaruh, gangguan hanya mengenai penglihatan pada lapang pandang bagian pusat.

 

Penglihatan Normal dan Penglihatan Pada Degenerasi Makula

Sumber : www.nei.nih.gov

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata, antara lain dengan menggunakan oftalmoskop. Kerusakan pada retina hampir selalu terlihat bahkan sebelum gejala muncul. Untuk memastikan adanya degenerasi makula eksudatif (basah), dapat dilakukan pemeriksaan fotografi retina atau angiografi fluoresensi.

Belum ada terapi yang bisa mengatasi kerusakan akibat degenerasi makula atrofik. Berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko terjadinya degenerasi makula.

Suplementasi makanan

Orang-orang dengan degenerasi makula sedang sampai berat atau orang-orang dengan degenerasi makula eksudatif dapat diberikan antioksidan dosis tinggi, seperti vitamin C, vitamin E, atau beta karoten. Tetapi untuk penderita yang menggunakan produk tembakau selama 7 tahun terakhir sebaiknya tidak mengkonsumsi beta karoten atau vitamin A tambahan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru. Pria yang mengkonsumsi suplementasi ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya gangguan pada saluran kemih dan prostat. Sedangkan pada wanita dapat berisiko terjadi inkontinensia. Mengendalikan faktor risiko untuk terjadinya aterosklerosis (misalnya hipertensi) dan makan makanan yang mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 dan sayuran berdaun hijau tua secara teratur dapat membantu memperlambat progresi penyakit.

Obat dan Terapi lainnya

Pada degenerasi makula eksudatif (basah), pengobatan yang diberikan bisa bertujuan untuk menghentikan perembesan yang terjadi pada pembuluh darah abnormal, sehingga mengurangi risiko hilangnya penglihatan dan membantu mempertahankan kemampuan membaca pada sepertiga penderita.

Terapi fotodinamik bisa dilakukan untuk mensensitisasi pembuluh darah retina, dan kemudian pembuluh darah abnormal yang ada dihancurkan dengan laser. Kaca pembesar bisa digunakan untuk membantu mengatasi penglihatan yang buruk.

Jika ada anggota keluarga yang menderita degenerasi makula, sebaiknya orang-orang yang merokok segera berhenti merokok.

- G, Sunir J. Age-Related Macular Degeneration. Merck Manual. 2013.

- National Eye Institute. Macular Degeneration. Medline Plus.