Penyakit
23-02-2018

Keracunan

Keracunan bisa terjadi akibat zat toksik yang tertelan, terhirup, atau masuk ke tubuh melalui kontak kulit, mata, atau membran mukosa, misalnya pada mulut atau hidung.

Penggunaan obat-obat yang tidak benar seringkali menjadi penyebab keracunan dan bisa menyebabkan kematian. Penyebab keracunan lainnya bisa berasal dari gas, produk rumah tangga, produk pertanian, tanaman, zat kimia, vitamin, bisa hewan, dan makanan. Hampir semua zat yang tertelan dalam jumlah yang cukup besar bisa menyebabkan keracunan.

Karena rasa keingintahuan yang tinggi dan kecenderungan untuk mengeksplorasi, anak kecil paling rentan untuk mengalami keracunan di rumah, demikian juga pada orang lanjut usia, karena seringkali bingung akan obat-obat yang mereka miliki.

Sumber : www.bestthinking.com

Selain itu keracunan juga bisa terjadi pada pekerja industri akibat paparan pada zat-zat kimia beracun serta pada pemakai obat-obat terlarang. Keracunan juga bisa terjadi dengan tujuan pembunuhan atau bunuh diri.

Kerusakan jaringan tubuh akibat keracunan tergantung dari racun penyebabnya, jumlah yang masuk ke tubuh, serta usia dan kondisi kesehatan orang tersebut. Beberapa racun tidak cukup kuat dan hanya menimbulkan gangguan jika digunakan secara berulang dalam jumlah besar dan waktu yang lama. Racun lainnya dapat bersifat sangat kuat, bahkan setetes racun pada kulit dapat menyebabkan kerusakan yang hebat.

Beberapa racun dapat menimbulkan gejala dalam waktu beberapa detik, tetapi ada juga yang baru menimbulkan gejala setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Beberapa racun bisa menyebabkan sedikit gejala yang tidak jelas hingga akhirnya menyebabkan kerusakan pada organ vital, seperti ginjal atau hati, yang kadang bersifat permanen.

Identifikasi racun penyebabnya sangat berguna untuk mengatasi keracunan. Label pada botol atau informasi dari orang terdekat atau anggota keluarga dapat membantu untuk mengidentifikasi racun penyebabnya. Jika label obat tidak ada, maka obat seringkali dapat diidentifikasi berdasarkan tanda dan warna pada tablet atau kapsulnya.

Sumber : www.healthland.time.com

Terkadang pemeriksaan air kemih dan darah dapat dilakukan untuk membantu mengidentifikasi racun penyebabnya. Untuk beberapa kasus keracunan, foto sinar-x perut dapat menunjukkan adanya dan lokasi dari zat yang tertelan. Racun yang dapat terlihat pada foto sinar-x antara lain zat besi, timah hitam, arsen, besi lainnya, dan paket besar kokain atau obat terlarang yang ditelan untuk diselundupkan.

Prioritas utama dalam menolong orang yang keracunan adalah jangan sampai penolong menjadi ikut keracunan. Orang yang terpapar gas beracun harus segera dipindahkan keluar segera, sehingga mendapatkan udara segar. Latihan khusus dan tindakan pengamanan harus ada untuk mencegah paparan gas atau bahan kimia beracun saat melakukan penyelamatan.

Pada kasus ketumpahan bahan kimia, semua pakaian, termasuk kaus kaki dan sepatu, serta perhiasan harus segera dilepaskan. Kulit harus segera dicuci dengan air dan sabun. Jika bahan kimia mengenai mata, maka mata harus segera dibilas oleh air mengalir. Penolong harus berhati-hati untuk menghindari kontaminasi pada diri sendiri.

Setelah penderita diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang aman. Segeralah hubungi petugas kesehatan terdekat. Tempat bahan beracun dan semua obat-obat yang mungkin menyebabkan keracunan harus diambil dan diberikan ke dokter atau tenaga medis yang ada.

Sebagian orang yang mengalami keracunan harus di rawat inap di rumah sakit. Dengan perawatan medis yang baik, sebagian besar penderita dapat pulih kembali. 

Prinsip terapi yang diberikan untuk keracunan yaitu :

  • Perhatikan dan jaga tanda-tanda vital
  • Cegah penyerapan racun lebih lanjut
  • Hilangkan racun dari tubuh
  • Berikan antidot spesifik (zat-zat yang menghilangkan, me-non-aktifkan atau menetralkan racun) jika ada
  • Cegah terjadinya paparan ulang

Biasanya tujuan perawatan di rumah sakit adalah untuk menjaga penderita tetap hidup hingga racun hilang atau tidak aktif lagi di dalam tubuh. Sebagian besar racun pada akhirnya di-non-aktifkan di hati dan dibuang melalui air kemih.

Evaluasi kesehatan mental dan terapi yang sesuai diperlukan untuk orang-orang yang mencoba bunuh diri dengan meracuni dirinya sendiri.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keracunan :

  • Obat-obat dan bahan-bahan berbahaya lainnya harus tetap disimpan pada tempat aslinya untuk menghindari kesalahan dalam mengenali dan kemungkinan terjadinya keracunan. Bahan-bahan beracun, seperti insektisida dan zat pembersih, jangan disimpan di dalam botol minum, meskipun hanya sementara.
  • Berikan label yang jelas pada setiap obat atau bahan beracun lainnya, kemudian simpan dan kunci di tempat yang tidak terjangkau anak-anak.

Sumber : www.pharmacy-equipment.com

  • Jangan sebut obat-obatan sebagai permen ke anak-anak.
  • Semua label obat atau produk rumah tangga harus dibaca dengan baik sebelum digunakan.
  • Batasi jumlah obat yang disimpan dalam satu tempat
  • Jangan simpan obat atau bahan-bahan berbahaya yang tidak diperlukan. Buang dengan cara yang aman semua obat, vitamin, atau supplemen yang tidak dipakai, tidak dibutuhkan, atau kadaluarsa. Obat-obat ini dapat dibuang dengan cara mencampurnya dengan ampas kopi, kotoran hewan atau sampah sejenisnya yang tidak akan dibuang begitu saja ke tempat sampah, sehingga menghindari jangkauan anak-anak.
  • Hanya mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dan sesuai petunjuk dokter.
  • Jangan mengkonsumsi obat-obat dalam jumlah yang lebih besar atau sering, terutama obat-obat pereda nyeri, dengan harapan untuk mendapatkan efek yang lebih cepat atau lebih kuat.
  • Jangan pernah mencampur produk rumah tangga, karena zat-zat tertentu bisa menghasilkan gas yang beracun.
  • Gunakan pakaian pelindung, seperti sarung tangan, celana panjang, baju berlengan panjang, kaus kaki, dan sepatu, jika hendak menyemprotkan pestisida atau bahan kimia lainnya.
  • Hidupkan kipas angin dan bukalah jendela ketika menggunakan produk-produk kimia, misalnya pembersih rumah tangga.

- O, Gerald F. O, Rika. Overview of Poisoning. Merck Manual Handbook. 2013.

- Centers for Disease Control and Prevention. Poisonings. Atlanta. 2012.

- Centers for Disease Control and Prevention. Tips to Prevent Poisonings. Atlanta. 2013.