Penyakit
23-02-2018

Kanker & Pertumbuhan Lainnya Di Mulut

Pertumbuhan jinak (non-kanker, benigna) dan pertumbuhan ganas (kanker, maligna) bisa berasal dari berbagai jaringan di dalam dan di sekitar mulut, termasuk tulang, otot dan saraf. Kanker yang berasal dari lapisan mulut atau jaringan permukaan disebut karsinoma, kanker yang berasal dari jariangan yang lebih dalam disebut sarkoma.

Meskipun jarang terjadi, kanker yang ditemukan di dalam mulut bisa berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama paru-paru, payudara dan prostat.

Kanker dengan garis tengah kurang 1 cm biasanya dapat diobati dengan mudah. Tetapi kebanyakan kanker tidak terdiagnosis sampai kanker tersebut telah menyebar ke kelenjar getah bening rahang dan leher. Karena terlambatnya penemuan kanker ini, maka 25% dari kanker mulut bersifat fatal.

Resiko paling tinggi ditemukan pada peminum alkohol dan perokok. Sekitar duapertiga kanker mulut terjadi pada pria. Bercak perokok (bintik kecoklatan yang mendatar) bisa timbul di sisi dimana sebuah rokok atau pipa biasanya diletakkan di bibir. Dengan biopsi, bisa diketahui apakah bercak tersebut bersifat ganas atau tidak.

Sumber : www.huffingtonpost.com

Iritasi berulang karena tepi yang tajam dari gigi yang patah, tambalan atau gigi palsu dapat merupakan resiko tambahan untuk terjadinya kanker mulut. Orang-orang yang pernah menderita kanker mulut mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker lainnya.

Kanker mulut paling banyak terjadi pada bagian pinggir lidah, dasar mulut dan langit-langit lunak (bagian belakang dari atap mulut). Kanker pada lidah dan dasar mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuamosa.

Sarkoma Kaposi adalah kanker dari pembuluh darah yang dekat dengan kulit. Sarkoma Kaposi sering ditemukan di dalam mulut (biasanya di langit-langit mulut) penderita AIDS.

Pada orang-orang yang mengunyah dan menghisap tembakau, bagian dalam dari pipi dan bibir merupakan tempat sering ditemukannya kanker. Kanker ini merupakan karsinoma verukosa yang pertumbuhannya lambat.

Melanoma adalah suatu kanker yang biasanya terjadi di kulit, dan lebih jarang terjadi di dalam mulut. Suatu daerah dalam mulut yang berubah menjadi coklat atau lebih gelap dari biasanya mungkin merupakan suatu melanoma dan harus diperiksakan ke dokter atau dokter gigi. Melanoma harus dibedakan dengan daerah berpigmentasi yang normal ditemukan di dalam mulut, yang sering terjadi pada beberapa keluarga dan terutama pada orang-orang Mediteranian dan orang kulit hitam.

Lidah
Pada stadium dini, kanker lidah tidak menimbulkan nyeri dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin gigi. Kanker biasanya tumbuh di bagian pinggir lidah. Hampir tidak pernah di pangkal lidah kecuali pada seseorang yang pernah menderita sifilis yang tidak diobati selama beberapa tahun. Karsinoma sel skuamosa pada lidah seringkali tampak seperti luka terbuka (borok) dan cenderung tumbuh ke dalam jaringan di bawahnya.

Eritroplakia (daerah kemerahan di mulut) merupakan petanda dari kanker. Seseorang dengan eritroplakia pada bagian pinggir lidahnya harus segera memeriksakan diri ke dokter atau dokter gigi.

Dasar Mulut
Pada stadium dini, kanker dasar mulut tidak menimbulkan nyeri dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin gigi. Kanker dasar mulut biasanya merupakan karsinoma sel skuamosa, yang tampak seperti luka terbuka dan cenderung tumbuh ke dalam struktur di bawahnya. Siapapun yang memiliki bercak kemerahan (eritroplakia) di dasar mulutnya, harus segera menemui dokter atau dokter gigi karena bisa merupakan petunjuk dari adanya kanker.

Langit-langit Lunak
Kanker pada langit-langit lunak bisa berupa karsinoma sel skuamosa atau kanker yang dimulai di dalam kelenjar ludah kecil di langit-langit lunak. Karsinoma sel skuamosa seringkali tampak seperti sebuah luka terbuka. Kanker yang dimulai dalam kelenjar ludah kecil biasanya muncul sebagai pembengkakan yang kecil.

Lapisan Mulut
Jika lapisan dalam mulut mengalami iritasi dalam waktu yang lama, bisa terbentuk suatu bercak putih mendatar (leukoplakia). Bintik tersebut berwarna putih karena merupakan penebalan dari lapisan keratin, bahan yang menutupi lapisan terluar dari kulit dan dalam keadaan normal terdapat dalam jumlah yang tidak terlalu banyak di dalam mukosa mulut.

Berbeda dengan bercak putih lainnya dalam mulut (karena penumpukan makanan, bakteri atau jamur), leukoplakia tidak dapat dibersihkan. Sebagian besar leukoplakia merupakan respon perlindungan terhadap cedera lebih lanjut. Tetapi dalam proses pembentukan penutup pelindung ini, beberapa sel bisa mengalami keganasan.

Sebaliknya, eritroplakia (bercak kemerahan dalam mulut) merupakan akibat dari penipisan membran mukosa. Eritroplakia lebih merupakan petanda kanker yang lebih buruk dibandingkan leukoplakia. Seseorang dengan bercak merah pada mulut harus segera menemui dokter atau dokter gigi.

Ulkus adalah sebuah luka yang terbentuk di dalam mukosa bila lapisan paling atas dari sel mukosa itu hancur dan rusak, sehingga jaringan dibawahnya terlihat. Ulkus mulut sering terjadi karena perlukaan atau iritasi pada jaringan, misalnya jika secara tidak sengaja bagian dalam dari pipi tergigit atau tergores. Penyebab lain adalah sariawan dan bahan-bahan iritan, seperti aspirin yang dihisap di gusi. Ulkus yang bersifat jinak selalu terasa nyeri. Suatu ulkus yang tidak terasa nyeri dan menetap sampai lebih dari 10 hari mungkin bersifat pre-kanker atau kanker dan harus segera diperiksa oleh dokter atau dokter gigi.

Pada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengunyah tembakau atau menghisap tembakau, dapat terjadi benjolan putih pada pipi bagian dalamnya. Benjolan ini dapat berkembang menjadi karsinoma verukosa.

Gusi
Suatu benjolan atau penonjolan di gusi bukan merupakan sesuatu yang membuat kita waspada. Jika penyebabnya bukan abses periodontal maupun abses gigi, mungkin merupakan suatu pertumbuhan non-kanker yang disebabkan oleh iritasi.

Pertumbuhan non-kanker relatif sering terjadi dan jika perlu, biasa diangkat dengan mudah melalui pembdahan. Pada 10-40% penderita, pertumbuhan non-kanker ini terjadi berulang-ulang karena iritasi terus berlanjut. Jika penyebab timbulnya iritasi adalah gigi palsu yang kurang tepat letaknya, maka harus segera diperbaiki atau diganti.

Bibir
Bibir (terutama bibir bawah), merupakan tempat terjadinya kerusakan karena cahaya matahari (keilosis aktinik), sehingga bibir tampak pecah-pecah dan kemerahan, keputihan atau campuran dari merah dan putih. Untuk menentukan apakah bintik tersebut bersifat ganas atau tidak, bisa dilakukan biopsi.

Kanker di bibir sebelah luar lebih sering terjadi pada daerah beriklim panas. Kanker pada bibir atau bagian mulut lainnya seringkali terasa keras seperti batu dan menempel pada jaringan di bawahnya, sedangkan benjolan non-kanker di daerah ini dapat digerakkan.
Kelainan pada bibir atas lebih jarang terjadi dibandingkan dengan bibir bawah, tetapi lebih mungkin menjadi ganas dan memerlukan perhatian medis.

Pada pengunyah atau penghisap tembakau, bisa tumbuh benjolan putih di bagian dalam bibir. Benjolan ini bisa tumbuh menjadi karsinoma verukosa.

Kelenjar Ludah
Tumor kelenjar ludah dapat bersifat jinak atau ganas. Tumor bisa terjadi dalam salah satu dari ketiga pasang kelenjar ludah mayor, yaitu kelenjar parotis, kelenjar submandibuler, dan kelenjar sublingual. Tumor juga bisa terjadi dalam kelenjar ludah minor yang tersebar di hampir seluruh mukosa mulut. Pertumbuhan pada stadium dini bisa nyeri bisa juga tidak. Tumor ganas cenderung tumbuh cepat dan teraba keras. 

Rahang
Berbagai jenis kista non-kanker menyebabkan nyeri dan pembengkakan rahang. Kista ini sering tumbuh di samping gigi geraham bungsu yang mengalami impaksi (terjepit dalam rahang sehingga tidak dapat tumbuh keluar) dan meskipun tidak ganas, kista dapat merusak sejumlah daerah tulang rahang. Jenis kista tertentu cenderung bersifat kambuhan.

Odontoma merupakan pertumbuhan non-kanker dari sel-sel pembentuk gigi yang tampak seperti gigi kecil dengan bentuk yang berubah. Odontoma bisa mengambil tempat tumbuhnya gigi yang normal atau menghalangi pertumbuhan gigi yang normal, sehingga seringkali diangkat melalui pembedahan.

Kanker rahang sering menyebabkan nyeri dan mati rasa. Rontgen tidak selalu dapat membedakan kanker dari kista, pertumbuhan tulang non-kanker atau kanker yang telah menyebar dari tempat lainnya di tubuh. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis kanker rahang.

Kanker mulut dapat dicurigai berdasarkan penampilan dan juga gejala-gejala yang ada. Biopsi dapat dilakukan untuk menentukan apakah area yang dicurigai itu merupakan suatu keganasan atau bukan.

Pemeriksaan sinar-x tidak selalu dapat membedakan kanker rahang bawah dengan kista, pertumbuhan tulang bukan kanker, atau penyebaran kanker yang berasal dari bagian tubuh lainnya. Namun, foto sinar-x dapat memperlihatkan tepi rahang bawah yang tidak teratur akibat adanya kanker dan juga dapat memperlihatkan hilangnya bagian gigi di daerah tersebut. Hal ini merupakan karakteristik kanker yang tumbuh dengan cepat.

Untuk karsinoma sel skuamosa dan kebanyakan kanker mulut jenis lainnya, penanganan utama yang dilakukan adalah pembedahan dan terapi radiasi. Dua terapi ini seringkali dilakukan bersama-sama, terutama untuk kanker yang berukuran besar. Keuntungan yang diperoleh dari kemoterapi untuk kanker mulut sangat terbatas, kecuali untuk meredakan gejala, seperti mengurangi rasa nyeri dan mengecilkan tumor. Untuk melanoma maligna, pembedahan merupakan terapi utama karena kanker biasanya tidak berespon dengan terapi radiasi.

Keberhasilan pengobatan kanker mulut dan bibir sangat tergantung kepada seberapa jauh kanker telah berkembang. Kanker mulut jarang menyebar ke daerah tubuh yang jauh tetapi cenderung menyusup ke dalam kepala dan leher.

Jika seluruh kanker dan jaringan normal di sekitar kanker diangkat sebelum kanker menyebar ke kelenjar getah bening, maka angka kesembuhannya tinggi. Tetapi jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, jarang terjadi penyembuhan.

Pada pembedahan, selain mengangkat kanker dalam mulut, juga mengangkat kelenjar getah bening di bawah dan di belakang rahang dan di sepanjang leher. Penderita kanker mulut atau tenggorokan bisa menjalani terapi penyinaran dan pembedahan atau hanya penyinaran saja. Terapi penyinaran seringkali merusak kelenjar ludah dan menyebabkan mulut penderita menjadi kering, yang bisa memicu timbulnya kavitasi (karies gigi) dan masalah gigi lainnya. Tulang rahang yang terpapar oleh penyinaran tidak akan sembuh dengan baik, karena itu masalah gigi diobati sebelum dilakukannya terapi penyinaran. Gigi yang diduga bakal menimbulkan masalah, hendaknya dicabut saja. Kebersihan gigi dan mulut sangat penting untuk penderita yang telah menjalani terapi penyinaran untuk kanker mulut.

Beberapa tindakan pencegahan untuk terjadinya kanker mulut, antara lain :

  • hindari cahaya matahari untuk mengurangi resiko terjadinya kanker bibir
  • hindari alkohol berlebihan dan tembakau untuk mencegah hampir seluruh kanker mulut
  • haluskan tepian gigi yang patah atau menambalnya
  • mengkonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin anti-oksidan, seperti vitamin C, vitamin E, dan beta karoten, untuk memberi perlindungan tambahan

- C, Robert B. Cancerous Mouth Growths. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.