Penyebab Sembelit pada Anak dan Pencegahannya

Sembelit pada anak merupakan hal yang sering di resahkan para ibu pada kehidupan sehari-hari.

Sembelit merupakan gangguan pada saluran cerna, yang menimbulkan keluhan jarang buang air besar, tinja anak menjadi keras dan juga kering.

Penyebab Sembelit pada Anak

Sembelit pada anak umumnya terjadi, ketika pergerakan otot usus besar yang terlalu lambat. Hal ini membuat tinja bergerak melalui usus besar ikut melambat dan usus besar menyerap banyak air sehingga menyebabkan tinja anak menjadi keras dan kering.

Banyak faktor yang berperan dala menyebabkan sembelit pada anak, seperti:

  1. Menahan BAB. Banyak faktor yang mempengaruhi anak untuk menahan bab, seperti anak tidak nyaman menggunakan toilet umum, rasa takut ke toilet, anak sedang asyik bermain atau bahkan anak pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakan saat BAB yaitu saat bab terasa perih atau sakit.
  2. Toilet Training Issues.  Jika Anda memulai toilet training terlalu dini, anak mungkin masih belum terbiasa sehingga anak memberontak dan menahan BAB.
  3. Perubahan diet. Mengonsumsi makanan yang kurang mengandung serat seperti buah-buah dan sayur-sayuran atau kurangnya cairan dapat menyebabkan sembelit. Salah satu hal yang paling sering terjadi, pada saat anak mengalami peralihan dari masa ASI ke MPASI.
  4. Kurangnya Aktivitas Fisik. Sering terjadi pada anak yang memiliki kebiasaan yang monoton, seperti hanya menonton tv atau bermain games. Aktivitas fisik yang kurang ini menyebabkan pergerkana usus dalam mendorong makanan menjadi lambat.
  5. Perubahan Rutinitas. Ketika anak mengalami perubahan aktivitas atau suasana dapat menyebabkan gangguan fungsi usus dan menimbulkan sembeliy, seperti saat berjalan-jalan, cuasa yang panas, atau stress. Contoh stress pada anak, saat anak masuk sekolah pertama kali.
  6. Pengobatan. Jika anak sedang menjalani terapi pengobatan tertentu, maka ada beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan sembelit.
  7. Alergi Susu Sapi. Jika anak sedang banyak mengonsumsi produk diary (keju dan susu sapi) atau mempunyai riwayat alergi susu sapi, kadang-kadang dapt menyebabkan sembelit pada anak.
  8. Kondisi Medis. Jarang terjadi, keluhan sembelit pada anak merupakan suatu tanda gejala dari penyakit tertentu, seperti kelainan anatomi usus atau penyakit gangguan fungsi saluran cerna.

Gejala Sembelit pada Anak

  • BAB kurang dari 3 kali seminggu
  • Tinja anak besar dan keras
  • Tinja anak kecil-kecil seperti kotoran kelinci
  • Anak kesakitan saat BAB, dan terlihat darah keluar dari dubur saat BAB atau setelah BAB
  • Nafsu makan anak kurang
  • Perut terasa sakit pada anak

Pencegahan Sembelit pada Anak

Untuk mencegah sembelit pada anak, perlu dilakukan beberapa hal yaitu:

1. Berikan makanan yang mengandung tinggi serat dan seimbang.

Serat yang tinggi dapat membantu tinja anak menjadi lembut. Makanan yang mengandung tinggi serat seperti, buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacang, produk gandum, dan roti.

jenis serat untuk anak sembelit

sumber: swallowedeasy.com

Rekomendasi konsumsi serat harian pada anak

  • Dibawah 6 bulan, belum dianjurkan untuk mengonsumsi makanan selain ASI
  • Diatas 6 bulan sampai 1 tahun, dianjurkan hanya memberika sejumput atau seperlunya saja.
  • Anak usia 1-3 tahun: 19 gr serat/hari
  • Anak usia 4-8 tahun: 25 gr serat/hari
  • Anak laki-laki 9-13 tahun: 31 gr serat/hari
  • Anak Perempuan 9-13 tahun: 26 gr serat/hari
  • Anak laki-laki 14-19 tahun: 38 gr serat/hari
  • Anak Perempuan 14-19 tahun: 26 gr serat/hari

Dalam kehidupan sehari-hari untuk mengukur kebutuhan serat seperti diatas merupakan hal yang sulit, coba lakukan dengan hal ini:

  • 1/2 cangkir kecil buncis atau kacang polong (hampir sama 6 gr serat)
  • 1/2 cangkir kecil sayuran matang (hampir mengandung 3-4 gr)
  • 1/2 cangkir buah-buahan (hampir mengandung 3 gr)

2. Dorong anak untuk minum air putih yang cukup

Air putih mengatasi sembelit pada anak

sumber: mtbfm.co.id

3. Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang rutin dapat membantu merangsang pergerakan usus.

4. Ciptakan rutinitas ke toilet

toilet training pada anak sembelit

sumber: em40.sunshot

Luangkan waktu secara teratur untuk mengajak anak ketoilet di waktu tertentu, dan siapkan alat bantu untuk kenyamanan anak saat menggunakan toilet.

5. Ingatkan anak untuk memperhatikan panggilan alam

Beberapa anak mungkin mengabaikan keinginan buang air besar ketika saat bermain, pengabaian ini sering kali menyebabkan sembelit dikemudian hari.

6. Berikan dukungan kepada anak

Boleh sesekali memberikan hadiah kepada anak dalam usahanya dalam belajar toilet training.

7. Jangan meghukum anak

Apabila anak masih dalam tahap pembelajaran dan masih mengotori celana dalamnya (bab di celana), berikan nasihat dan dukungan kepada anak. Hindari membuat anak stress dalam proses toilet training.

8. Evauasi pengobatan

Jika anak Anda mengonsumsi obat-obatan yang menyebabkan sembelit, tanyakan kepada dokternya bagaimana mengantisipasi efek sampingnya.

Kapan Anak harus di bawa ke dokter?

Biasanya sembelit pada anak bukanlah penyakit yang serius. Tetapi, jika sembelit sudah sering terjadi (kronis) merupakan tanda atau sinyal dari suatu penyakit tertentu.

Bawa anak ke dokter jika mengalami sembelit lebih dari 2 minggu atau sembelit disertai dengan:

  • Demam
  • Tidak mau makan
  • Tampak darah pada tinja
  • Perut anak membesar
  • Kehilangan berat badan
  • Nyeri perut saat pergerakan usus
  • Tampak benjolan keluar dari anus

 

 

 

 

 

 

Referensi:

  • Mayo Clinic. Constipastion in Children. 2021
  • Johns Hopkins Medicine. Constipastion in Children
  • NHS. Constipastion in Children. 2023
  • Cleveland Clinic. How Much Fiber Do Children Need. 2020