Indonesia memiliki banyak gunung berapi dan saat ini beberapa gunung berapi di Indonesia sedang dalam status siaga akibat peningkatan aktifitas atau erupsi. Yang terbaru adalah gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat sunda, gunung Semeru di Jawa Timur dan gunung Lli Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.
Bahaya dari erupsi gunung berapi, selain muntahan lahar dan awan panas adalah semburan abu vulkanik. Abu dari letusan gunung berapi ini bisa terbawa angin hingga jarak yang jauh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila terhirup ataupun terkena kulit dan mata. Kali ini Medicastore membahas mengenai tips untuk menjaga kesehatan dari bahaya abu vulkanik.
Bahaya Abu Vulkanik

Melansir dari National Geographic, Abu vulkanik adalah campuran partikel batuan, mineral, dan kaca yang dimuntahkan oleh gunung berapi saat terjadi letusan. Partikel-partikel ini berukuran sangat kecil—dengan diameter kurang dari dua milimeter. Karena ukurannya yang sangat kecil dan massa jenisnya yang rendah, partikel penyusun abu vulkanik dapat terbawa angin hingga jarak yang jauh.
Selain itu, saat berada di udara, abu vulkanik juga dapat mengganggu kinerja mesin pesawat terbang, sehingga maskapai terpaksa membatalkan penerbangan yang melintasi wilayah terdampak. Hujan abu yang terjadi juga dapat menimbulkan lapisan tebal yang dapat menyebabkan atap bangunan runtuh, menyumbat saluran pembuangan air, dan mengganggu unit pendingin ruangan (AC).
Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Berbeda dengan abu hasil pembakaran kayu atau bahan organik lainnya, abu vulkanik dapat membahayakan. Partikel-partikel abu vulkanik sangat keras dan biasanya memiliki tepi yang tajam serta tidak beraturan. Akibatnya, abu ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan paru-paru, serta menimbulkan gangguan pernapasan.
Berikut adalah gejala-gejala jangka pendek akibat terpapar dari abu vulkanik :
- Hidung berair.
- Sakit tenggorokan, terkadang disertai dengan batuk kering.
- Iritasi pada pernafasan.
- Susah untuk bernafas, nafas terasa pendek dan berbunyi.
- Mata terasa gatal, sakit dan terlihat merah.
- Iritasi dan kemerahan pada kulit.
Apabila merasakan gejala-gejala tersebut diatas, segera konsultasi dengan tenaga kesehatan supaya bisa segera ditangani dengan baik.
Tips Menjaga Kesehatan dari Abu Vulkanik
Bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak erupsi gunung berapi, berikut tips untuk menjaga kesehatan dari abu vulkanik, yang kami rangkum dari beberapa sumber:
- Usahakan untuk tetap berada didalam ruangan kemudian tutup semua pintu dan jendela untuk menghindari terpapar abu vulkanik.
- Bila terpaksa harus keluar rumah, gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang yang dapat menutupi kulit serta penutup kepala.
- Gunakan juga masker untuk menutup mulut, disarankan jenis masker yang digunakan adalah masker N95.
- Selain itu, gunakan juga kacamata untuk melindungi mata dari serpihan abu vulkanik. Kacamata yang disarankan adalah yang dapat menutup hingga area di samping mata.
- Bila mata terasa perih, jangan mengucek mata. Gunakan cairan pencuci mata yang dapat membersihkan mata dari abu vulkanik.
Jaga Kesehatan Anda dan Keluarga dari Bahaya Abu Vulkanik
Meskipun bencana alam tidak dapat dihindari, kita tetap harus waspada untuk dapat melindungi diri dan keluarga agar terhindar dari bahaya akibat letusan gunung berapi. Pantau terus kabar terbaru yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan lakukan tips untuk menjaga kesehatan dari bahaya abu vulkanik. Sehingga kita semua bisa tetap sehat dalam menghadapi bencana ini.
Referensi :
1. https://education.nationalgeographic.org/resource/volcanic-ash/
3. https://www.cdc.gov/volcanoes/safety/protecting-yourself-during-a-volcanic-eruption-safety.html