Angka Kejadian DBD Masih Tinggi di Indonesia
Berita Bekti-Medicastore.com
27-05-2013

Angka Kejadian DBD Masih Tinggi di Indonesia

Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terjadi peningkatan tajam atas kasus demam berdarah (DB) pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Data menunjukkan sepanjang tahun 2012, jumlah pasien demam berdarah adalah 6.668 dengan angka kematian 5 orang, sedangkan hingga 6 Mei 2013 jumlah pasien demam berdarah sudah mencapai 3.119 dengan angka kematian mencapai 7 orang. Indonesia sendiri menempati urutan no 3 terbanyak di dunia untuk jumlah angka penderita DBD, dengan no 1 terbanyak adalah Negara Brazil.

Sebenarnya untuk mengendalikan penyakit demam berdarah bisa dilakukan dengan cara yang mudah & murah, yaitu dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin, serentak & sepanjang tahun. Rutin disini maksudnya dilakukan tiap jangka waktu tertentu, sedangkan serempak artinya semua wilayah juga harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) & kegiatan tersebut juga dilakukan sepanjang tahun, bukan hanya bila ada kejadian demam berdarah saja.

 

kader jumantik di daerah Kebon Jeruk saat akan melakukan aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

 

Pengendalian demam berdarah telah diatur oleh peraturan daerah provinsi DKI Jakarta no. 6 tahun 2007 tentang pengendalian penyakit demam berdarah. Pasal 3 dari Perda tersebut menyebutkan bahwa pencegahan penyakit demam berdarah dengue merupakan tanggung jawab pemerintah daerah yang dapat dilakukan melalui upaya: PSN, 3M Plus, PJB, surveilans dan sosialisasi. “Kerjasama pengendalian demam berdarah antara pemerintah, kalangan industri, kalangan akademisi dan juga kalangan masyarakat sangat dibutuhkan dengan menggalakkan PSN dengan 3M Plus setiap Jumat selama 30 menit pada pukul 09.00 – 09.30 rutin, serentak dan sepanjang tahun. Karena itu penting untuk dibudayakan oleh masyarakat dan Jumantik sehingga prevalensi DB di DKI Jakarta dapat dikendalikan,” ungkap Prof. Charles Suryadi MPH, Pakar Kesehatan Kota Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, yang juga merupakan salah satu pembicara dalam acara konfrensi pers  tentang kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mengendalikan demam berdarah, yang berlangsung pada hari Jumat, 24 Mei 2013.

Menurut Prof. Charles, bila dulu aksi pemberantasan sarang nyamuk lebih ditekankan di daerah pemukiman warga. Maka saat ini, aksi tersebut juga harus digalakkan di tempat lain, seperti misalnya di sarana umum seperti tempat ibadah, gedung perkantoran, tempat-tempat makan & juga sekolah-sekolah. Hal ini karena biasanya nyamuk demam berdarah menggigit pada siang hari, dimana aktifitas sebagian besar orang berada di tempat-tempat tersebut.

Diharapkan dengan adanya kesadaran penuh dari semua warga masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, maka penyakit demam berdarah bisa dikendalikan di Indonesia & tidak perlu lagi terdengar adanya korban jiwa akibat penyakit tersebut.