Gejala Disentri yang Harus Diwaspadai
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
30-11-2021

Gejala Disentri yang Harus Diwaspadai

Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare berdarah.

Disentri seringkali menyebar akibat hygiene yang buruk. Misalnya, seseorang yang menderita disentri tidak mencuci tangannya dengan baik setelah menggunakan toilet, semua benda berisiko menularkan disentri.

Disentri juga menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan berenang di kolam renang atau perairan yang terkontaminasi.

Penyebab Disentri

Ada dua jenis disentri:

  • Disentri basilar, atau disebut dengan shigellosis, yang disebabkan oleh bakteri shigella
  • Disentri amuba, atau amubiasis, yang disebabkan oleh parasit yang disebut dengan Entamoeba histolytica

Anak-anak paling berisiko menderita shigellosis, tetapi usia berapapun dapat mengalaminya.

Shigellosis paling banyak menyebar di lingkungan dengan kontak erat dengan orang yang terinfeksi, misalnya:

  • satu rumah
  • di tempat penitipan anak
  • di sekolah
  • di panti jompo

Disentri amuba terutama disebarkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi di daerah dengan sanitasi yang buruk.  

Gejala Disentri

Gejala disentri dapat muncul 1–3 hari setelah terinfeksi.

Pada sebagian orang, gejala dapat memerlukan waktu lebih lama untuk muncul, sedangkan pada beberapa orang lainnya gejala tidak muncul.

Setiap jenis disentri memiliki sedikit perbedaan.

Pada disentri basilar, gejalanya antara lain:

  • diare dengan kram perut
  • demam
  • mual muntah
  • ada darah dan lendir di tinja

Disentri amuba biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala disentri amuba mungkin muncul setelah 2–4 minggu setelah terinfeksi, misalnya:

  • mual
  • diare
  • kram perut
  • penurunan berat badan
  • demam

Disentri amuba dapat menyebabkan masalah yang sangat serius, tetapi jarang, misalnya abses liver (hati) atau terkumpulnya pus atau nanah di liver.

Gejalanya antara lain:

  • mual muntah
  • nyeri di perut kanan atas
  • demam
  • Penurunan berat badan
  • liver membangkak

Gejala Disentri yang Harus Diwaspadai

Segera periksakan diri Anda ke rumah sakit bila ada gejala disentri seperti berikut ini:

  • diare sangat berat
  • perut kram terus menerus
  • gejala memburuk dengan cepat
  • gejala tidak membaik dalam seminggu
  • ada tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil sedikit, kulit kering

Bagaimana Mendiagnosis Disentri?

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami. Selain itu pemeriksaan tinja dilakukan untuk memastikan disentri dan penyebabnya (apakah bakteri shigella atau amuba).

Pengobatan Disentri

Sebagian besar penderita disentri basilar tidak memerlukan pengobatan khusus karena biasanya gejala membaik setelah 3 hingga 7 hari.

Akan tetapi, ada beberapa cara untuk membantu mengurangi gejala, misalnya:

  • minum banyak air untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare untuk menghindari dehidrasi
  • mengkonsumsi obat demam dan anti nyeri untuk mengurangi kram perut, misalnya parasetamol

Jangan mengkonsumsi obat diare yang mengandung loperamide atau atropine-diphenoxylate karena dapat membuat gejala disentri bertambah buruk karena dapat memperlambat kerja usus.

Bila gejala tidak membaik atau bertambah buruk dengan cepat, segera periksakan diri kedokter karena Anda mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

Disentri amuba diobati dengan metronidazole atau tinidazole.

Penderita disentri harus tetap di rumah setidaknya 48 jam setelah episode diare berhenti untuk mengurangi risiko penularan ke orang lain.

Komplikasi Disentri

Komplikasi dari disentri yang paling sering adalah dehidrasi.

Komplikasi lainnya berkaitan dengan dehidrasi, yaitu:

  • kejang
  • kerusakan ginjal
  • kadar kalium dalam darah yang rendah, yang dapat menyebabkan gangguan denyut jantung yang bisa mengancam nyawa

Selain itu, komplikasi lain yang berat yang bisa terjadi akibat disentri misalnya:

  • Arthritis pasca infeksi. Terjadi pada sekitar 2% orang yang menderita disentri akibat kuman Shigella flexneri.
  • Sindroma Uremik Hemolitik. Sel-sel darah merah mengalami kerusakan akibat toksin yang dikeluarkan oleh bakteri Shigella dysenteriae.
  • Infeksi dalam aliran darah. Hal ini jarang terjadi, kemungkinan dialami oleh orang dengan sistem imun yang lemah, misalnya penderita HIV atau kanker.

Pada kasus yang jarang, disentri amuba dapat menyebabkan terbentuknya abses di liver, atau parasit menyebar ke otak atau paru-paru.

Bisakah Disentri Dicegah?

Untuk menghindari tertular disentri, apabila ada keluarga atau orang di dekat Anda yang terkena disentri:

  • Hindari menggunakan handuk, cangkir, atau benda-benda lainnya bersama-sama
  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet dan setelah menyentuh benda-benda yang sering disentuh orang lain
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, memasak, dan makan
  • Cuci pakaian, handuk, sprei, orang yang menderita disentri dengan sabun dan air panas
  • Bila penderita masih bayi atau anak-anak, berhati-hati dan perhatikan kebersihan tangan Anda ketika mengganti popoknya

Bila Anda bepergian ke daerah yang banyak kejadian disentri amuba, berhati-hatilah dengan makanan atau minuman yang Anda konsumsi.

  • Minum air yang tidak diketahui sterilitasnya (minumlah dari botol kemasan dengan segel rapat)
  • Jangan menggosok gigi dengan air dari kran
  • Jangan minum minuman dingin dengan es batu karena belum tentu kebersihannya terjamin
  • Hindari makanan yang dijual di pinggir jalan
  • Hindari buah-buahan yang dijual dalam keadaan sudah dikupas
  • Hindari susu, keju atau produk susu lainnya yang tidak dipasteurisasi

Rebus air mendidih setidaknya selama 1 menit sebelum diminum.

Mencuci tangan adalah langkah yang paling penting untuk mencegah penyebaran infeksi disentri. Bantu anak-anak untuk mencuci tangan dengan benar.

Jangan menyiapkan makanan, berenang, atau berhubungan seksual sampai 48 jam setelah gejala hilang.

Bila memungkinkan, hindari kontak dengan orang lain sampai gejala benar-benar hilang.

Bersihkan toilet, pegangan toilet, kran dan wastafel dengan air dan sabun. Bersihkan juga benda-benda yang sering dipegang bersama-sama.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://www.healthline.com/health/digestive-health/dysentery#prevention
  • https://www.nhs.uk/conditions/dysentery/
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-dysentery