Perbedaan Penyakit Campak dan Rubella
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
22-12-2021

Perbedaan Penyakit Campak dan Rubella

Saat melihat anak sakit demam, dengan bintik-bintik atau ruam merah di kulitnya, yang terpikirkan biasanya adalah penyakit campak.

Akan tetapi tahukah Anda, mungkin saja anak tidak sakit campak, tapi rubella.

Apa itu rubella? Apa perbedaannya dengan campak? Apakah lebih berbahaya?

Berikut penjelasannya yang kami rangkum dari beberapa sumber.

Penyakit Campak

Campak, atau rubeola, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menjadi penyakit serius dan bahkan fatal bagi anak-anak yang masih kecil.

Penyakti campak sangat menular. Virus campak bereplikasi di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi, sehingga ketika penderita campak batuk, bersin, ataupun bicara, droplet yang mengandung virus dapat menyebar ke udara, yang bisa terhirup orang lain dan menularkan ke orang tersebut.

Selain itu droplet yang jatuh ke permukaan benda-benda dapat tetap aktif dan menular selama beberapa jam. Bila kita menyentuh droplet tersebut kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata, kita dapat tertular.

Gejala Penyakit Campak

Gejala penyakit ini dapat muncul 10–14 hari setelah terpapar virus. Gejala penyakit campak antara lain:

  • demam
  • batuk kering
  • hidung berair seperti pilek
  • sakit tenggorokan
  • mata merah
  • bintik putih kecil dalam mulut (di pipi bagian dalam)
  • ruam-ruam merah di kulit yang seringkali menyatu dengan ruam di sekitarnya. Ruam di wajah muncul pertama, kemudian menyebar ke lengan dan dada, lalu ke bawah ke paha dan kaki.

Bagaimana Cara Mengobati Campak?

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak, tetapi pada pasien yang rentan dapat diberikan antibodi khusus.

Untuk menurunkan demam, penderita campak dapat diberikan obat penurun demam misalnya parasetamol atau ibuprofen. Wanita hamil, bayi, dan orang dengan sistem imun yang lemah yang terpapar dengan virus campak dalam waktu enam hari, dapat diberikan suntikan antibodi (imun serum globulin) untuk mencegah tertular campak atau mengurangi keparahan gejala.

Terkadang infeksi bakteri seperti pneumonia atau infeksi telinga dapat berkembang saat anak terkena campak, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.

Anak-anak dengan kadar vitamin A yang rendah lebih rentan menderita campak yang lebih berat. Vitamin A tambahan dapat membantu mengurangi keparahan penyakit. Umumnya diberikan sebanyak 200.000 IU untuk anak berusia lebih dari satu tahun.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Campak?

Untuk mencegah campak, tersedia vaksin khusus untuk campak.

Vaksin campak termasuk dalam program imunisasi rutin lengkap yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Vaksin campak pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan (vaksin MR, measles-rubella). Kemudian dosis booster diberikan saat anak berusia 18 bulan (MR/MMR, measles-mumps-rubella) dan 5–7 tahun (MR/MMR).

Penyakit Rubella

Rubella seringkali disebut dengan campak Jerman, meskipun begitu, virus penyebabnya berbeda dengan virus penyebab campak.

Seperti campak, rubella juga mudah menular dan ditularkan melalui droplet batuk atau bersin seseorang yang menderita rubella.

Gejala Penyakit Rubella

Biasanya, gejala penyakit rubella ringan, berupa ruam merah di kulit, demam, dan mata merah.

Akan tetapi rubella dapat berbahaya bagi wanita hamil yang tertular, karena dapat menyebabkan keguguran, ‘lahir mati’, atau menyebabkan sindroma rubella kongenital.

Bayi-bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi rubella saat hamil bisa mengalami:

  • katarak
  • tuli
  • kelainan jantung
  • retardasi mental
  • disabilitas intelektual
  • kerusakan hati atau limpa
  • dan fungsi organ-organ yang kurang baik

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Rubella?

Pencegahan penyakit rubella adalah dengan vaksin, yang biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin campak (vaksin MMR, measles-mumps-rubella).

Anda bisa mendapatkan vaksin rubella bila Anda:

  • wanita usia produktif yang sedang tidak hamil
  • mahasiswa atau pelajar pada umumnya
  • bekerja di rumah sakit, fasilitas medis, pusat perawatan anak atau sekolah
  • berencana melakukan perjalanan ke luar negeri

Akan tetapi, bila Anda memiliki kondisi berikut ini, Anda tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin rubella:

  • wanita hamil, atau berencana hamil dalam waktu empat minggu ke depan
  • alergi terhadap gelatin, antibiotik neomycin, atau pernah alergi terhadap vaksin MMR sebelumnya

Selain itu, bila Anda menderita kanker, penyakit gangguan darah atau penyakit lainnya, atau sedang mengkonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi kerja sistem imun, sampaikan kepada dokter sebelum mendapatkan vaksin MMR.

Apabila Anda atau keluarga Anda ada yang terkena rubella, hindari keluar rumah/ke tempat kerja/sekolah agar tidak menularkan kepada orang lain, dan beritahu kolega atau pihak sekolah agar mewaspadai kemungkinan tertular penyakit rubella.

Vaksin MMR dan Autisme

Anda mungkin pernah mendengar tentang ‘vaksin MMR dapat menyebabkan autisme pada anak’.

Berdasarkan laporan ekstensif dari American Academy of Pediatrics, the National Academy of Medicine dan the Centers for Disease Control and Prevention, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kaitan antara vaksin MMR dengan autisme.

Organisasi-organisasi di atas menambahkan, autisme seringkali teridentifikasi pada balita usia 18–30 bulan, yang merupakan waktu anak-anak mendapatkan vaksin MMR.

Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman karena autisme teridentifikasi pertama kali di sekitar waktu vaksin. Kebetulan ini seharusnya tidak dikaitkan sebagai vaksin MMR adalah penyebab autisme pada anak.

Perbedaan Penyakit Campak dan Rubella

Untuk lebih mudahnya, berikut ini adalah perbedaan antara penyakit campak dan rubella.

penyakit campak dan rubella

Sumber gambar: byjus.com

Campak

Rubella

Penyebabnya adalah Morbilivirus yang menginfeksi sistem pernapasan

Penyebabnya adalah virus rubella yang menginfeksi kelenjar getah bening, mata dan kulit

Penyakit dapat memberat dan mengancam nyawa

Penyakit biasanya ringan, tetapi berbahaya bagi wanita hamil

Gejala diawali dengan demam tinggi, pilek, batuk, mata merah dan berair. Kemudian muncul bintik putih dikelilingi kemerahan di pipi bagian dalam. Ruam merah muncul di wajah di sekitar garis rambut dan menyebar ke leher, badan, tangan dan kaki

Gejala ruam merah pertama kali muncul di wajah, menyebar ke badan, dan menetap selama tiga hingga lima hari. Ruam dapat terasa gatal dan berkaitan dengan gejala lain seperti mata merah dan berair, pilek, sakit kepala, dan nyeri sendi.

Gejala muncul 7–14 hari setelah terpapar virus

Gejala dapat muncul 12–23 hari setelah kontak dengan virus

Komplikasi dapat berupa:

  • infeksi telinga
  • bronkitis
  • pneumonia
  • ensefalitis
  • masalah pada kehamilan (misalnya keguguran, ‘lahir mati’, lahir prematur, berat lahir rendah)

Pada kasus yang jarang, rubella dapat menyebabkan masalah serius, misalnya infeksi otak dan gangguan perdarahan.

Pada ibu hamil yang terinfeksi, bayinya dapat mengalami sindroma rubella kongenital.

 

 

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rubella/symptoms-causes/syc-20377310
  • https://www.medicinenet.com/are_rubella_and_german_measles_the_same_thing/article.htm