Berita Scientific Medicastore
08-09-2006

Simposium Stem Cell

Pada hari Sabtu, 2 September 2006 lalu Medicastore diundang meliput Simposium Stem Cell dengan tema ?Menyongsong Era Stem Cell di Indonesia? di Aula FKUI, Salemba, Jakarta. Acara ini merupakan kerjasama antara FKUI dengan PT Kalbe Farma Tbk serta Journal Cermin Kedokteran.

Simposium yang dihadiri oleh sekitar 400 peserta ini, mengundang 10 orang pakar dalam ilmu kedokteran antara lain:
  1. dr. Boenjamin Setiawan, PhD
  2. Prof. Dr. dr. Ali Baziad, SpOG (K)
  3. Prof. Dr. dr. MK Tadjudin
  4. dr. RWM Kaligis, SpJP
  5. dr. Salim Haris, SpS (K)
  6. Prof. Dr. dr. A. Harryanto Reksodiputro, SpPD, KHOM
  7. dr. Ismail Setiyopranoto SpS (FK UGM cenYogyakarta)
  8. dr. Muhammad Saiful Islam, SpS (FK UNAIR Surabaya)
  9. dr. Nurhadi Ibrahim, PhD
  10. dr. Sunny Tan (Cygenic Singapore)
Dengan moderator antara lain:
  1. Prof. Dr. dr. Frans Suyatna, SpFK
  2. Dr. dr. Sri Bekti Subakir, MS
  3. Dr. Andon Hestiantoro, SpOG-KFER
Simposium stem cell bertujuan agar informasi perkembangan pengobatan dengan stem cell dapat memberi manfaat bagi para dokter dan praktisi lainnya serta terjalin koordinasi lintas keilmuan yang saling menunjang, yang akan membawa perkembangan dan kemajuan dunia kedokteran di Indonesia.

Pada kesempatan ini, FKUI menganugerahkan pin emas berlogo FKUI kepada dr. Boenjamin Setiawan atas usaha dan kerja kerasnya mengangkat nama FKUI sebagai alumni dan mantan dosen Farmakologi FKUI.

Saat ini belum ada kesatuan dalam menerjemahkan stem cell ke dalam bahasa Indonesia. Ada yang mengartikan stem cell sebagai Sel Induk, ada juga Sel Tunas. Oleh sebab itu, Medicastore tetap menggunakan bahasa Inggrisnya yaitu Stem Cell.
A. SESI PERTAMA

Simposium yang dimulai pukul 08.30 dan berakhir pukul 15.30 ini terbagi ke dalam 3 sesi. Pada sesi pertama diulas mengenai stem cell dan potensi komersilnya, peranan makmal dalam penelitian stem cell, aspek mediko etika legal pengobatan dengan stem cell, dan aplikasi terapi stem cell pada infark miokard akut.

Stem cell dan Potensi Komersilnya



Stem cell adalah sel yang ajaib karena memiliki fungsi regeneratif untuk menyembuhkan penyakit dalam tubuh manusia. Berdasarkan sumbernya, stem cell dibagi menjadi : stem cell embrio (embryonic stem cells), darah tali pusat (umbillical cord blood) dan stem cell dewasa (adult stem cells).

Stem cell embrio diambil dari embrio pada fase blastosis. Massa sel bagian dalam mengelompok dan mengandung stem cell embrionik. Sel-sel diisolasi dari masa sel bagian dalam dan dikultur secara in vitro. Stem cell ini bersifat pluripoten yang artinya dapat terspesialisasi menjadi berbagai jenis sel seperti sel?sel darah, sel-sel otot, sel-sel hati, sel-sel ginjal.

Darah tali pusat (umbilical cord blood) yang diperoleh dari darah tali pusat dan plasenta bayi yang baru lahir. Stem cell yang terdapat dalam darah tali pusat ini tergolong stem cell dewasa.

Sedangkan stem cell dewasa biasa ditemui pada sumsum tulang (bone marrow), darah tepi (perifer blood), jaringan lemak (adipose tissue). Stem cell dewasa bersifat multipoten yang berarti dapat dispesialisasikan menjadi berbagai jenis sel. Salah satu diantaranya adalah stem cell hematopoietik (hematopoietic stem cells) yaitu stem cell pembentuk darah yang mampu membentuk sel darah merah, sel darah putih dan keping darah yang sehat.

Stem cell telah terbukti dapat mengobati penyakit yang sulit disembuhkan seperti kanker darah (leukimia). Seiring dengan penelitian stem cell di seluruh dunia, stem cell telah diaplikasikan dan akan diteliti sebagai pengobatan terhadap penyakit lain seperti Parkinson, Alzheimer, luka Spinal Cord, Stroke, Luka Bakar, Penyakit Jantung, Diabetes, Osteoporosis, Sirosis hati, Osteoarthitis, Kanker dll.

Di dunia, sudah banyak perusahaan bioteknologi yang meneliti stem cell, misalnya Nexell, Cryo Cell, Geron, StemCells Inc, Novartis, dan masih banyak lagi. Dalam beberapa tahun terakhir, timbul industri yang bergerak dalam pengumpulan dan penyimpanan darah tali pusat (umbillical cord blood) dan beberapa bank darah tali pusat bertambah secara cepat.

Amerika dan Eropa merupakan pasar terbesar terapi stem cell. Namun, diharapkan terjadi pergeseran riset dan pengembangan stem cell ke Asia, seperti sudah dilakukan di Cina, India, Korea, Singapore, Taiwan. Pertanyaan selanjutnya adalah ?Kapankah giliran Indonesia??

Peranan Makmal Dalam Penelitian Stem Cell

Di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk mensponsori penelitian stem cell dengan menggandeng Makmal Terpadu Imunoendokrinologi FKUI. Makmal telah menyediakan fasilitas laboratorium yang mendukung penelitian seperti lab kultur jaringan, sterilizer, sistem penyimpanan, lab cytogenetic, lab DNA/RNA, lab imunoassay, lab In vitro Fertilization (IVF).

Rencana penelitian Makmal terdiri dari 5 tahap. Saat ini baru berjalan untuk tahap I yaitu isolasi dan kultur sel induk mesenkim darah tali pusat. Untuk mendukung penelitian ke tahap selanjutnya, Makmal telah menyediakan BD Facs Calibur Flow Cytometer yang mampu menganalisa dan melakukan isolasi stem cell.

Penelitian stem cell ini telah menghabiskan 1 Trilyun US Dollar di seluruh dunia. Dikarenakan penelitian ini menyedot dana yang tidak sedikit, diharapkan adanya kontribusi dari perusahaan-perusahaan dalam merintis penelitian stem cell di Indonesia agar hasilnya minimal dapat digunakan untuk pasar di negeri sendiri.

Aspek Bioetika Penelitian Stem Cell

Stem cell embrio bersifat pluripoten yang dapat dispesialisasi menjadi sel-sel yang lebih banyak dibandingkan stem cell dewasa yang multipoten. Oleh sebab itu, stem cell embrio lebih banyak manfaatnya dalam penelitian ini.

Namun, stem cell dari embrio ini yang banyak ditentang penggunaannya karena dianggap menghilangkan nyawa. Bahkan di Amerika, Presiden Bush juga menentang cara ini dan menjatuhkan veto dengan menghentikan dana federal untuk membiayai penelitian stem cell.

Disamping itu, bagaimana hak mereka yang sudah menyumbang sel/jaringan? Di Amerika, sudah ada UU yang menyatakan bahwa pemilik sel tidak punya hak atas hasil penelitian, sedangkan di Indonesia belum ada.

Menurut Prof. Tadjudin, Ada 3 isu yang muncul berkaitan dengan penelitian stem cell di Indonesia, yaitu dari segi ilmiah, etika, dan hukum. Saat ini memang belum ada peraturan perundangan yang membatasi penelitian stem cell di Indonesa. Komisi Bioetika Nasional sedang menyusun naskah perundangan mengenai stem cell yang diperkirakan rampung akhir tahun ini.

Sosialisasi dan pendidikan mengenai terapi stem cell ini kepada masyarakat luas pun perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun ketidaklengkapan informasi yang mungkin berkembang di masyarakat.

Aplikasi Terapi Pada Infark Miokard

Infark miokard tercatat sebagai penyebab utama gagal jantung kongestif dan kematian di negara maju. Sampai saat ini belum ada terapi yang secara tuntas mencegah progresifitas remodelling ventrikel dan gagal jantung kongestif.

Perhatian dan harapan saat ini tertuju pada terapi sel menggunakan stem cell. Stem cell adalah sel yang belum berdiferensiasi dan diketahui memiliki dua karakteristik, yaitu kemampuan berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel dan kemampuan untuk memperbaharui dirinya sendiri.

Regenerasi miokard dengan transplantasi kini menjadi suatu model pengobatan yang diharapkan dapat memperbaiki fungsi ventrikel yang buruk dan gagal jantung kongestif pasca suatu kejadian infark miokard.

Berbagai penelitian klinis yang dipublikasikan belum lama ini menunjukkan bahwa terapi stem cell memang layak dilakukan dan bermanfaat. Namun demikian ada juga beberapa penelitian yang gagal membuktikan manfaat tersebut. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian-penelitian lain yang lebih besar di masa depan.


B. SESI KEDUA

Pada sesi kedua dibahas mengenai aplikasi terapi stem cell pada stroke, aplikasi terapi stem cell pada kanker darah, aplikasi terapi stem cell pada penyakit parkinson, dan aplikasi pengobatan stem cell pada trauma tulang belakang.

Aplikasi Terapi Pada Stroke

Banyak penyakit sistem saraf pusat (CNS) major yang tidak dapat disembuhkan atau pengobatan yang ada relatif kurang efektif. Untuk memperbaiki otak manusia setelah stroke dapat dipandang tidak realistis karena atrofi (kemunduran jaringan) dan hilangnya berbagai sel-sel saraf dan tipe sel glial.

Penelitian baru-baru ini mendemonstrasikan transplantasi sel-sel saraf (neuron) dari stem cell. Tujuan utama terapi sel adalah untuk memulihkan fungsi pada otak manusia yang sakit melalui penggantian sel-sel saraf yang mati dengan yang baru melalui transplantasi atau stimulasi neurogenesis dari stem endogen /sel perkursor.

Secara hipotesa, sel-sel saraf dan sel lainnya yang berguna untuk perbaikan otak akibat stroke dapat bersumber dari stem cell embrionik, stem cell neural dari otak dewasa atau embrio, atau stem cell dalam jaringan lain, contoh sumsum tulang belakang.

Aplikasi Terapi Pada Kanker darah

Terapi stem cell yang paling terkenal saat ini adalah transplantasi sumsum tulang belakang yang digunakan untuk mengobati leukimia dan tipe lain kanker serta berbagai kelainan darah.

Leukimia adalah kanker sel darah putih atau leukosit. Seperti sel darah lainnya, leukosit dibentuk di sumsum tulang belakang melalui proses yang dumulai dengan stem cell dewasa multipoten. Leukosit dewasa dilepaskan ke dalam aliran darah dimana mereka bekerja melawan infeksi dalam tubuh.

Leukimia terjadi ketika leukosit mulai tumbuh dan berfungsi secara abnormal membentuk kanker. Sel-sel abnormal ini tidak dapat melawan infeksi dan mengganggu fungsi organ lain. Terapi yang sukses untuk leukimia bergantung pada usaha menyingkirkan leukosit abnormal dari pasien dan membiarkan leukosit yang sehat tumbuh menggantikan.

Aplikasi Terapi Pada Parkinson

Transplantasi neural digunakan untuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan seperti Parkinson. Suatu injeksi ekstrak jaringan fetal yang diduga mengandung stem cell digunakan pada penelitian awal. Namun, timbul kesulitan mengenai jumlah jaringan yang dibutuhkan untuk tiap terapi dan ketidakseragaman dalam ekstrak jaringan yang digunakan untuk pengobatan tiap individu.

Aplikasi Terapi Pada Trauma Tulang Belakang

Cedera medula spinalis (CMS) merupakan salah satu penyebab gangguan fungsi saraf yang sering menimbulkan kecacatan permanen pada usia muda. CMS terutama disebabkan oleh trauma luka terbuka di daerah servikal menyebabkan cedera langsung dan tidak langsung akibat iskemi (kurang darah dalam jaringan).

Pengobatan yang ada ditujukan untuk memelihara fungsi organ. Terapi stem sel saat ini masih dalam tahap uji coba pada hewan. Diharapkan daspat menjadi alternatif pengobatan di kemudian hari.


C. SESI KETIGA

Pada sesi ketiga dibahas aplikasi terapi stem cell pada luka bakar, potential application of blood stem cell dan aplikasi stem cell pada rejuvenasi.

Aplikasi Terapi pada Luka Bakar

Luka bakar akan menimbulkan kelainan fisiologis dan psikologis. Luka bakar yang luas memerlukan penanganan khusus dan terintegrasi untuk mencegah timbulnya berbagai komplikasi yang berat bahkan sampai menimbulkan kematian.

Transplantasi jaringan kulit sampai saat ini masih merupakan pilihan utama untuk menutup jaringan kulit yang terbuka luas. Metode transplantasi ini menimbulkan berbagai masalah seperti timbulnya jaringan parut, nyeri permanen pada bagian kulit yang diambil dll.

Teknologi stem cell atau kultur jaringan sangat memungkinkan untuk diterapkan pada terapi luka bakar yang luas guna menghilangkan komplikasi yang ditimbulkan metode transplantasi jaringan kulit.

Potential Application of Blood Stem Cell

Pada simposium ini, didatangkan langsung dr. Sunny Tan dari Cygenics, Singapore. Cygenics memiliki 4 cabang utama yaitu Cell Sciences, Cytovations, Cytomatrix dan Cordlife. Cordlife bergerak dalam bidang pengumpulan darah tali pusat (bank sel). Cordlife merupakan bank darah tali pusat pertama di Asia Tenggara yang mendapat sertifikat AABB (American Association of Blood Banking) dan bank darah tali pusat swasta di luar Amerika yang ke-8.

Keuntungan menyimpan darah sel tali pusat adalah siap bila diperlukan, pengumpulannya bebas risiko dan tidak menyakitkan bagi ibu dan anak, risiko rendah terjadinya infeksi penyakit, risiko terjadinya reaksi antigen, darah tali pusat lebih muda dan memiliki potensi yang besar (pluripoten).

Aplikasi Terapi Pada Rejuvenasi

Stem cell memiliki fungsi utama untuk regenerasi. Saat ini, terapi stem cell untuk rejuvenasi (peremajaan) merupakan prospek masa depan untuk diteliti. Secara teori, stem cell dapat meremajakan organ tubuh yang menua. Peneliti stem cell ingin mengembangkan stem cell yang muda, secara genetik tidak rusak, dan fleksibel.

Bila dilihat dari pasar, lansia bertambah jumlahnya setiap tahun. Umumnya, lansia mengidap penyakit lebih dari satu. Diharapkan dengan terapi stem cell, organ tubuh yang menua dan sakit dapat remaja kembali.

Simposium tersebut dihadiri oleh dokter spesialis dan juga dokter umum sehingga diskusi berjalan cukup seru. Terutama mengenai terapi stem cell untuk menyembuhkan penyakit parkinson dan diabetes (mekanisme terapinya mirip). Semoga saja manfaat terapi stem cell ini dapat dinikmati di Indonesia.



Untuk undangan liputan seminar dan kegiatan lain hubungi redaksi kami di fax. : 021 - 7397069 atau redaksi@medicastore.